|
||||
| Golkar: Capres Golkar tak terpatok suku |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Partai Golkar menegaskan konsep duet Jawa dan non-Jawa dalam penentuan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden adalah konsep usang."Kita tetap Capres dari Golkar dan kita tidak terpaku soal Jawa dan non Jawa yang selama ini dipersoalkan. Kalau kita persoalkan itu, kita akan semakin mundur kebelakang," tegas politisi Partai Golkar, Nudirman Munir, hari ini. Politisi yang dikenal kritis ini menjelaskan, Partai Golkar akan mengusung Capres yang memiliki kepedeulian terhadap rakyat terlepas apapun latar belakangnya. "Bagaimana cari pemimpin yang berani membela kepentingan rakyat. Kita akan mencoba menaikkan rangking capres kita sendiri," kata Munir . Dijelaskannya, beberapa tokoh Partai Golkar memiliki popularitas di masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya tetap optimis dengan tokoh yang ada di partainya. "Kita yakin dengan tokoh-tokoh Golkar, seperti Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Agung Laksono, Sri Sultan, Fadel Muhammad dan Fahmi Idris," jelasnya. Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei Indoresearch, Prabowo Soebianto dan Aburizal Bakrie (ARB) adalah calon presiden (capres) favorit pilihan masyarakat Jakarta. Prabowo Soebianto berada di urutan pertama dengan dukungan 21,3 persen, sedangkan Aburizal Bakrie mendapat dukungan sebesar 14,1 persen. Kemudian secara berurutan Jusuf Kalla (9,6%), Ani Yudhoyono (7,9%), Sutiyoso (7,8%), Sri Mulyani (6,0%), Din Syamsuddin (4,9%), SBY (4,3%), Anas Urbaningrum (2,5%), Hatta Rajasa (2,1%), Puan Maharani (1,8%), Megawati (1,7%), Djoko Suyanto (0,7%), Wiranto (0,7%) dan yang menjawab tidak tahu sebesar 11,8 persen. Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat06/inilah) |




JAKARTA - Partai Golkar menegaskan konsep duet Jawa dan non-Jawa dalam penentuan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden adalah konsep usang.
Comments