|
||||
| SBY: Jangan mainkan tender alutsista |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pebisnis yang ikut serta dalam proses pengadaan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus mengikuti prosedur dan mendorong kemandirian industri strategis nasional."Saya ingatkan pebisnis, yang mengikuti di bidang ini ikuti kebijakan pemerintah kemudian ikut membangun kemandirian industri kita sendiri dan kemudian pantas dan tidak ada penyimpangan dan kongkalingkong dan mark up(menggelembungkan harga, red) seperti terjadi diwaktu lalu yang negara sangat dirugikan," kata Presiden saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, hari ini. Kepala Negara mengingatkan agar pimpinan TNI dan Polri memperhatikan hal tersebut. "Ini yang saya minta pimpinan TNI-Polri untuk betul melakukan sistem pengadaan seperti ini juga berharap jajaran Kemenkeu, Bappenas dan Kemhan punya sikap yang sama, sehingga mindset(cara berpikir,red) yang kita harapkan," tegasnya. Presiden mengatakan dalam rapat terbatas tersebut akan dibicarakan mengenai percepatan dan penajaman kebutuhan masing-masing angkatan dan Polri. "Nampaknya perlu melakukan percepatan dan penajaman setelah saya menerima laporan dari Menhan, Panglima TNI, hasil peninjauan kita negara sahabat yang tentunya sistem persenjataan yang belum bisa kita beli yang ternyata dengan lobi yang bagus ada benefit tertentu. Menurut saya ini patut kita sambut karena sering kali pendekatan G to G itu bisa lebih cepat dan efisien," kata Presiden. Dengan segala kebijakan yang diambil pemerintah, Presiden berkeyakinan modernisasi dan pemenuhan kebutuhan alat persenjataan TNI dan Polri yang dalam beberapa tahun lalu mengalami masalah dapat dilakukan. "Insya Allah pada periode ini modernisasi kekuatan pertahanan yang sesungguhnya sudah kurang lebih 20 tahun tidak dilakukan dengan baik bisa kita kejar dan tutup. Mengapa dulu kita lakukan karena krisis ekonomi, kita tidak memiliki kemampuan. termasuk 10 tahun sebelumnya modernisasi tidak dilakukan secara all out(habis-habisan,red) karena ada prioritas yang kita lakukan dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya. Seiring dengan semakin membaiknya perekonomian nasional, kata Presiden, maka upaya pemerintah untuk hal tersebut akan terus meningkat dan diharapkan bisa terpenuhi. "Sekaranglah ketika perekonomian meningkat, penerimaan meningkat dan pembelanjaan meningkat mari kita tutup dan kejar ketertinggalan kemampuan pertahanan kita dengan negara sahabat," tegasnya. Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat06/antara) |




JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pebisnis yang ikut serta dalam proses pengadaan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus mengikuti prosedur dan mendorong kemandirian industri strategis nasional.
Comments