|
||||
| Berdayakan Koperasi dan UMKM |
| Warta |
|
INDRA WIDYASTUTI WASPADA ONLINE MEDAN - Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai manifestasi ekonomi kerakyatan merupakan tanggungjawab bersama pemerintah dan stakeholder. Sebab, koperasi dan UMKM memiliki potensi yang strategis dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, penanggulangan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dalam pidatonya yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumut, Suherman dalam apel pagi di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (7/11). Pada kesempatan tersebut, dia menyebutkan, bahwa pemberdayaan koperasi dan UMKM ke depannya tidak boleh ditawar-tawar lagi. Hal tersebut menurutnya dikarenakan sejak tahun 2005 pemerintah telah menganut paham pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kesempatan kerja, pengentasan kemiskinan dan lingkungan (pro job, pro poor and pro environment ). Menurut Plt Gubernur, dengan pengembangan sektor UMKM dan koperasi, maka pertumbuhan ekonomi yang mampu mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru, akan semakin mudah terwujud. Dia menjelaskan, Sosiolog David MC. Clelland menyatakan, bahwa pembangunan ekonomi suatu negara akan mengalami kemajuan apabila minimal 2 persen penduduknya berwirausaha. Jika dibandingkan dengan jumlah populasi wirausaha di tanah air, baru sekitar 0,24 persen dari total penduduk Indonesia yang berwirausaha. Untuk mewujudkan itu, pemerintah pusat telah mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang bertujuan secara simultan melahirkan 500 ribu wirausaha baru setiap tahunnya. Merespon program GKN tersebut, maka tahun 2012 Pemprov Sumut melalui Program Rumah Produktivitas akan melatih 1.000 sarjana non produktif sehingga menjadi wirausaha yang siap membuka usaha baru sesuai dengan skill yang dimilikinya. “Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh instansi terkait di Provinsi Sumatera Utara, agar memberikan perhatian khusus, serta kerja nyata dalam membina dan memajukan koperasi yang ada di lingkungan masing-masing,” tandasnya. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat15/wol) |




MEDAN - Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai manifestasi ekonomi kerakyatan merupakan tanggungjawab bersama pemerintah dan stakeholder. Sebab, koperasi dan UMKM memiliki potensi yang strategis dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, penanggulangan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.
Comments