|
||||
| Pemprov Sumut ancam pecat penipu CPNS |
| Warta |
|
INDRA WIDYASTUTI "Siapa pun yang terlibat dikenakan sanksi tegas, bisa sampai pemberhentian," ujarnya. Ditanya lebih jauh mengenai keterlibatan ajudan Plt Gubernur Sumut, Ridwan Panjaitan, Suherman mengaku tidak tahu. Namun, sejauh ini, berdasarkan informasi yang dia peroleh, sudah tidak ada lagi masalah itu. "Urusan yang berkaitan dengan itu sudah tidak ada lagi. Karena dari laporan yang saya terima, si tersangka sudah membuat pernyataan di depan Kaiman Turnip (Kabid Pengadaan dan Pembinaan, red) bahwa dia tidak kenal dan tidak ada sangkut pautnya," ujarnya. Berkaitan dengan masalah tersebut, kata Suherman, pihaknya sudah membuat surat tertulis kepada Polda bahwa Kaiman Turnip adalah Kabid Pengadaan dan Pembinaan BKD bukan Kabid Pengadaan dan Penindakan seperti yang tercantum dalam SK palsu tersebut. "Kita juga sudah beri penjelasan mengenai kop surat kita yang resmi berikut stempelnya," jelasnya. Dia menyebutkan, sesuai instruksi Sekda, pihaknya juga membuat edaran kepada seluruh SKPD di jajaran Provinsi Sumut agar peristiwa seruap tidak berulang. Selain itu, pihaknya juga akan membuat surat kepada Walikota Medan terkait adanya surat dari beberapa lurah yang ikut memberikan tandatangan sebagai pihak yang mengetahui dalam pemalsuan SK tersebut. Sementara itu, meski dipojokkan dan diduga terlibat atas kasus pembuatan SK palsu CPNS dan honorer, namun ajudan Plt Gubernur Sumatera Utara, Ridwan Panjaitan, tidak keberatan. Ridwan juga mengaku tidak akan membuat pengaduan atas pencemaran nama baik tersebut. Menurutnya, terseretnya nama dia oleh tersangka penipuan Hasanul Bolqiah tidak benar adanya. Oleh karena itu, dia tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut. "Enggak lah. Nggak benar itu, ngapain kita persoalkan," ujarnya. Ridwan menambahkan, dirinya juga tidak merasa terganggu dengan isu tersebut karena dinilai sebagai kebohongan. Lagi pula, katanya, tersangka sudah mengakui bahwa dia tidak mengenal Ridwan. "Pertama dia bilang kenal, lalu tidak kenal. Sekarang dia sudah buat pengakuan tidak kenal. Jadi nggak benar itu," ungkapnya. Ditanya apakah pihaknya akan membuat pengaduan atas pencemaran nama baik itu, Wewen, biasa pria bertubuh gempal itu disapa, tidak akan dan tidak ada niat untuk melakukannya. "Enggaklah, biar saja. Kalau disuruh Polda baru," jelasnya. Editor: HARLES SILITONGA
|




MEDAN – Pemerintah Provinisi Sumatera Utara akan memecat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemprov Sumut yang terlibat dalam praktik penipuan CPNS, termasuk ajudan Gubernur Sumut sekalipun bila terbukti. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Provinsi Sumut, Suherman, hari ini.
Comments