Friday, 28 October 2011 22:50    PDF Print E-mail
Sumpah Pemuda tidak penting lagi
Warta

INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE


MEDAN - Sebagai inisiator gerakan pemuda di Indonesia, Sumpah Pemuda sejatinya dijadikan acuan bersatunya bangsa ini. Namun faktanya, 83 tahun Sumpah Pemuda, kondisi Indonesia saat ini kian memprihatinkan. Terjadi banyak tawuran dan bentrokan antar masyarakat maupun dengan pemerintah.

Hal itu dilontarkan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, hari ini. Mereka menyerukan bahwa Sumpah Pemuda kini sudah tidak dianggap penting lagi, bahkan sudah tak terdengar lagi.

join_facebookjoin_twitter

PMII menilai, pemerintahan SBY-Boediono menjaga keutuhan NKRI. Hal ini terbukti dengan adanya sejumlah kasus di negeri ini. Diantaranya bentrokan antara TNI dengan masyarakat. Untuk itu, PMII menyatakan keprihatinannya dengan meminta pemerintah menuntaskan kasus korupsi Bank Century dan Nazaruddin, mereka juga menilai negara telah gagal mengamankan energi nasional serta negara gagal mengusir Freeport dan mensejahterakan rakyat Papua.

PMII juga mendesak SBY menyelesaikan konflik Papua. Mereka menilai negara telah gagal memberikan keadilan ekonomi kepada rakyat dan menjaga keutuhan NKRI. Tak hanya di pusat, di Medan, pemerintah kota juga dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat.

Indikatornya, beberapa pejabat di Pemko Medan yang terindikasi korupsi. Untuk itu, PMII juga meminta agar Walikota Medan memperhatikan SKPD dalam menjalankan programnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tidak langsung mengakui kegagalan pemerintahannya memerangi korupsi. "Pernyataan presiden bahwa perampokan uang negara masih terjadi merupakan indikator kekalahan pemerintahan ini dalam perang melawan korupsi yang dipimpin SBY," kata Bambang, Rabu (26/10), di Jakarta.

Ia menegaskan, sangat sulit bagi pemerintahan SBY meraih progres atau kemenangan dalam perang melawan korupsi. Mengingat periode pemerintahannya hanya tersisa tiga tahun lagi. "Sangat sulit karena sesungguhnya mereka berada tidak jauh-jauh dari lingkar satu kekuasaan. Dengan membuat pernyataan seperti itu, pemerintah SBY ibarat memercik air didulang, terpercik muka sendiri," tambahnya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat03/wol/jawapos)

WARTA KARTUN HARI INI

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment