|
||||
| Sumpah Pemuda tidak penting lagi |
| Warta |
|
INDRA WIDYASTUTI PMII menilai, pemerintahan SBY-Boediono menjaga keutuhan NKRI. Hal ini terbukti dengan adanya sejumlah kasus di negeri ini. Diantaranya bentrokan antara TNI dengan masyarakat. Untuk itu, PMII menyatakan keprihatinannya dengan meminta pemerintah menuntaskan kasus korupsi Bank Century dan Nazaruddin, mereka juga menilai negara telah gagal mengamankan energi nasional serta negara gagal mengusir Freeport dan mensejahterakan rakyat Papua. PMII juga mendesak SBY menyelesaikan konflik Papua. Mereka menilai negara telah gagal memberikan keadilan ekonomi kepada rakyat dan menjaga keutuhan NKRI. Tak hanya di pusat, di Medan, pemerintah kota juga dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat. Indikatornya, beberapa pejabat di Pemko Medan yang terindikasi korupsi. Untuk itu, PMII juga meminta agar Walikota Medan memperhatikan SKPD dalam menjalankan programnya. Sementara itu, anggota Komisi III DPR Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo, menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tidak langsung mengakui kegagalan pemerintahannya memerangi korupsi. "Pernyataan presiden bahwa perampokan uang negara masih terjadi merupakan indikator kekalahan pemerintahan ini dalam perang melawan korupsi yang dipimpin SBY," kata Bambang, Rabu (26/10), di Jakarta. Ia menegaskan, sangat sulit bagi pemerintahan SBY meraih progres atau kemenangan dalam perang melawan korupsi. Mengingat periode pemerintahannya hanya tersisa tiga tahun lagi. "Sangat sulit karena sesungguhnya mereka berada tidak jauh-jauh dari lingkar satu kekuasaan. Dengan membuat pernyataan seperti itu, pemerintah SBY ibarat memercik air didulang, terpercik muka sendiri," tambahnya. Editor: PRAWIRA SETIABUDI |




MEDAN - Sebagai inisiator gerakan pemuda di Indonesia, Sumpah Pemuda sejatinya dijadikan acuan bersatunya bangsa ini. Namun faktanya, 83 tahun Sumpah Pemuda, kondisi Indonesia saat ini kian memprihatinkan. Terjadi banyak tawuran dan bentrokan antar masyarakat maupun dengan pemerintah.
Comments