|
||||
| Sulit harapkan sosok muda di 2014 |
| Ragam |
|
HERDI SAHRASAD Nyaris tak ada harapan bagi tokoh muda untuk muncul pada Pilpres 2014. Kalaupun ada, sosok itu kemungkinan adalah politisi medioker yang tak bervisi dan tidak cakap serta tak bisa bekerja sebab ia bukanlah sosok terbaik bangsa ini. Bursah Zarnubi, mantan Ketua Fraksi PBR di DPR melihat, ada kemungkinan Indonesia akan terus dikuasai sosok tua jika tak ada sosok muda visioner yang meraih kesempatan pada pilpres 2014. ''Sosok muda potensial jelas ada, punya visi-misi, namun parpol kita sejauh ini dipegang politisi tua atau senior, maka kecil kemungkinan sosok muda muncul kecuali dari PDI Perjuangan yang mungkin mengajukan Puan Maharani,'' katanya. Tapi, publik sendiri masih meragukan: Siapa Puan Maharani itu dan apa kompetensinya? ''Puan masih menjadi teka-teki karena di mata rakyat dan kelas menengah, sangat mungkin kredibilitasnya diragukan. Banyak kalangan menilai Puan maharani feodal dan diragukan,'' kata pengamat politik Darmawan Sinayangsah jebolan Fisip UI. Bahkan mantan Menpora, Adhyaksa Dault melihat, Pemilu Presiden 2014 mendatang diyakini tak bakal memunculkan pemimpin muda. Generasi muda tak bisa tiba-tiba muncul jadi pemimpin karena selama ini mekanisme seleksi kepemimpinan nasional dimonopoli oleh partai politik. Di sisi lain, partai politik yang ada saat ini juga belum menunjukkan kualitas sebagai institusi pokok di sebuah negara demokrasi. "Untuk 2014 pemainnya enggak akan banyak. Enggak bisa pemimpin muda muncul tiba-tiba. Dari mana? Karena dia tidak punya mekanisme, tidak punya tools-kan. Tools-nya melalui partai. Kecuali kalau sistem kita membolehkan independen maju, mungkin bisa pemimpin muda," kata Adhyaksa Dault di Jakarta, Rabu (26/10). Harus disadari bahwa kemunculan pemimpin muda hanya bisa didorong oleh partai politik. Itu pun jika pemimpin muda tersebut mendapat restu dari oligarki yang berkuasa di partai yang bersangkutan. "Pemimpin muda yang mungkin maju ya seperti kalau Bu Mega tidak mau, kemudian PDI P mencalonkan Puan Maharani barangkali bisa. Yang sudah mendapatkan tempat di partai. Pola rekrutmennya memang melalui partai. Itu yang enggak bisa dipungkiri," katanya. Sangat disesalkan bahwa partai politik di Indonesia sekarang ini tak bisa menghasilkan politikus berkualitas dan amanah dengan tanggung jawabnya. Partai politik di Indonesia hanya menghasilkan politikus yang mau dilayani negara dan bangsanya. Begitu banyak politisi di parpol namun mereka bukan politikus negarawan yang menjadikan dirinya sebagai pelayan bagi bangsa dan negaranya. (dat14/inilah) |




Comments