Wednesday, 26 October 2011 19:03    PDF Print E-mail
Media sangat penting bagi masyarakat
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN – Pesatnya perkembangan media di Indonesia menjadi perhatian oleh berbagai pemerhati media massa. Dyah Kartika Rini Djoemadi, Presiden Direktur PT Spindoctors Indonesia, Presiden Direktur Insight Communications, dan pemilik PT Imagia Insightama, sore tadi dihadapan puluhan mahasiswa STIK-P Medan dalam kuliah umumnya, mengatakan saat ini di Indonesia ada 3 jenis media mainstream , yakni media cetak, media elektronik, dan media online.

Peran media diakui oleh Dyah memang sangat berperan penting dalam memengaruhi pandangan dan perilaku masyarakat dalam kehidupan bermasayarakat, selain itu perkembangan media yang pesat di tanah air dipandang oleh Dyah sebagai peluang untuk mengampanyekan bisnis ataupun organisasinya.

Karena itu, dalam kuliah umunya sore tadi, Dyah memaparkan soal Agenda Setting atau penentuan agenda sebuah media. “Agenda Setting selalu ada di setiap perusahaan media, karena melalui hal tersebut sebuah media tahu berita apa yang akan diangkat hari ini,” ujar Dyah yang kerap sehari-hari dipanggil Dede oleh temannya. Agenda Setting menurut Dyah juga menentukan topik berita apa yang akan diangkat oleh sebuah perusahaan media, apakah politik, hukum, kesehatan, dan sebagainya.

Adalah peran seorang Pemimpin Redaksi (Pemred) yang menentukan apa agenda sebuah media tersebut, karena itu menurut Dyah seorang Pemred haruslah terbebas dari intervensi dari pihak lain, serta mempunya sikap yang idealis dan independen.

Selain itu, mengingat pengaruh media ke masyarakat yang sangat besar dan signifikan, karena itu dirinya menghimbau agar media jangan menjadi alat propaganda yang justru membuat media tersebut melanggar kode etik jurnalis. “Saya akui para pemimpin perusahaan sebuah media memanfaatkan medianya sebagai alat propaganda, hal itu kan sudah melanggar kode etik,” ujarnya.

Namun, Agenda Setting theory yang merupakan ide dari dua orang jurnalis dari Amerika Serikat, McCombs dan Shaun pada tahun 1972, diakui oleh Dyah sampai saat in teori tersebut masih harus sering diuji dan disesuaikan di Indonesia. Karena bagaimanapun, para pemimpin perusahaan media, sebagaimana orang Indonesia pada umumnya, selalu menyukai apa yang menjadi tren saat ini. Jadi Agenda Setting theory ini sampai sekranag masih terus dikaji lagi. “Saya akui Agenda Setting theory ini masih konservatif,” ujarnya dalam kuliah umum di Gedung STIK-P, di Jalan Sisingamangaraja No.84 Medan, yang juga dihadiri oleh Dosen STIK-P, Ketua STIK-P, Ida Tumengkol dan Pemimpin Redaksi Waspada Online, Avian Tumengkol.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat15/wol-yudi)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment