Wednesday, 26 October 2011 14:10    PDF Print E-mail
Dinas Kebersihan rugikan PTPN III
Warta
WASPADA ONLINE

RANTAUPRAPAT - Pembuangan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) mulai tidak tertib dilakukan Dinas Kebersihan Labuhanbatu, Sumatera Utara, sampai merugikan PTPN III Rantauprapat.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu, M Jais Rambe, menuturkan sikap yang dilakukan Dinas Kebersihan memang sangat arogan. Akibatnya, tanaman kelapa sawit milik perkebunan itu menjadi rusak.
 
"Justru hal ini dikeluhkan PTPN III, dimana Dinas Kebersihan sembarangan buang sampah, bukan pada tempatnya. Kita minta Dinas Kebersihan jangan sampai nmerugikan orang lain. Karena pihak perkebunan pernah mengeluhkan hal ini," pintah Jais, tadi siang.
 
Dikatakannya, selama ini sampah dari Kota Rantauprapat dibuang di TPA di lahan milik perkebunan perusahaan pelat merah itu, persisi di Desa Parlayuan, Kecamatan Bilah Barat secara tidak tertib. Kondisi ini langsung mendapat reaksi dari anggota dewan setempat.

Akibatnya, kata dia, aroma busuk menyengat hidung dan terasa bagi warga yang melintas. Jika permasalahan ini tidak dikelola dengan baik maka parit akan menjadi tumpat dan mengakibatkan banjir.

"Kinerja Dinas Kebersihan memang terkesan asal jadi. Maka diharapkan supaya tidak adalagi keluhan sampah ini dilahan perusahaan perkebunan PTPN III. Sehingga, bila musim hujan, daerah ini tidak menyengat bau tak sedap," imbunya.

Sementara itu, Manajer PTPN III Kebun Rantauprapat, Boy Nirwan, mengatakan lahan pembuangan sampah dijadikan Dinas Kebersihan, sekitar lima hektar sudah diminta Pemkab Labuhanbatu untuk lokasi rancangan umum tata ruang (RUTR).

"Kerugian yang disebabkan pembuangan sampah oleh Dinas Kebersihan belum dapat diketahui, karena sawit pada banyak yang rusak dan gagal panen. Jadi, rencana RUTR itu bukan untuk lokasi pembuangan sampah,” pungkasnya.

Editor: SUWANDI
(dat14/wol/rilis)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment