Tuesday, 18 October 2011 01:12    PDF Print E-mail
Pemda harus dukung penerima Kalpataru
Warta
WASPADA ONLINE

TOBASA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta pemerintah daerah (Pemda) serta pihak terkait lainnya mendukung kegiatan revitalisasi peran penerima penghargaan Kalpataru agar mereka bisa tetap eksis mempertahankan dan meningkatkan prestasinya dalam pelestarian lingkungan.

"Dukungan untuk menyelenggarakan kegiatan revitalisasi dituangkan Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ilyas Asaad dalam suratnya bernomor B-9060/Dep.VI/LH/10/2011 tanggal 6 Oktober, yang ditujukan kepada gubernur Sumatera Utara,” ujar ketua panitia pelaksana, Marandus Sirait, hari ini.

Ia mengatakan, Deputi Menteri Ilyas Asaad, meminta agar gubernur Sumut, bupati Toba Samosir (Tobasa) dan bupati Dairi, serta instansi terkait lainnya untuk ikut menyukseskan kegiatan revitalisasi yang akan dilaksanakan Kamis (20/10) di desa Sionggang, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara.

Marandus yang pernah menerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan tahun 2005, menyebutkan revitalisasi itu akan dilakukan melalui kegiatan dialog dan pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan hidup dengan melibatkan 250 orang kader binaan.

“Revitalisasi tersebut dinilai sangat penting untuk diseminasi atau kegiatan menyebarluaskan suatu doktrin/pemikiran dan nilai serta pengetahuan untuk ditiru, atau dijadikan model, dan diterapkan oleh pemerintah, pihak swasta maupun perguruan tinggi serta lembaga swadaya masyarakat,” katanya.

Dikatakannya, sejak 1980 hingga 2011, pemerintah telah menganugerahkan Kalpataru kepada 285 orang/kelompok masyarakat yang tersebar di berbagai daerah dan 13 kelompok di antaranya berasal dari Sumut.

“Saya menerima penghargaan tersebut pada tahun 2005 melalui kegiatan penanaman pohon dan pengembangan ekowisata,” ungkapnya.

Melalui kegiatan revitalisasi yang akan dilaksanakan, kata dia, kepada para penerima Kalpataru akan diberi pembinaan dan memfasilitasi pengembangan serta diseminasi setiap kegiatan yang hendak mereka lakukan.

“Kerjasama dalam bentuk kemitraan perlu dibangun antara penerima Kalpataru, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

Memang, kata dia, prestasi para penerima kalpataru tersebut tidak perlu diragukan lagi, sehingga sangat tepat jika mereka dijadikan sebagai pendamping, narasumber, pelatih penyuluh dan kader lingkungan yang baik.

Karena itu, lanjutnya, suatu kerugian bagi pengelolaan lingkungan hidup, jika mereka tidak dilibatkan atau dimanfaatkan secara optimal.

Dikatakannya, nilai-nilai kearifan yang terkandung pada kegiatan Kalpataru, perlu disebarluaskan kepada masyarakat luas, bahkan direplikasi sebagai model pengelolaan lingkungan hidup berbasis masyarakat.

“Kegiatan yang terkait dengan revitalisasi peran penerima anugerah Kalpataru dimaksud, guna pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan,” kata Marandus.

Editor: SUWANDI
(dat15/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment