Saturday, 24 September 2011 10:11    PDF Print E-mail
Ospek tak harus dengan kekerasan
Ragam
HAJRUL AZHARI RITONGA
Kontributor Kreasi
WASPADA ONLINE


ORIENTASI Studi dan Pengenalan Kampus atau sering kita sebut Ospek, mungkin sudah tak asing lagi buat kita. Ospek berfungsi sebagai proses pengenalan dan adaptasi bagi mahasiswa baru sebelum masuk ke bangku perkuliahan. Fungsi Ospek tentunya sangat positif. Namun, fakta selama ini justru ada pergeseran fungsi.

Kini, gaung Ospek lebih terkenal dengan ajang perploncoan dan kekerasan yang dilakukan oleh senior. Pelaksanaan Ospek melibatkan mahasiswa baru sebagai pihak korban dan panitia, dalam hal ini senior, sebagai pelaku. Banyak opini yang beredar di masyarakat kalo Ospek itu adalah ajang balas dendam senior kepada junior karena dulu juga bernasib demikian.

Jadi, saat junior menjadi senior, mereka pun akan melaksanakan aksi serupa di kemudian hari. Kalo gini ceritanya, ya nggak tuntas-tuntas..

Namun, sekarang itu semua udah nggak berlaku lagi alias udah kuno karena banyak orang menganggap hal itu nggak kreatif dilakukan oleh panitia yang tidak memiliki ide-ide baru nan kreatif dan cemerlang sehingga kegiatan dengan sendirinya jadi membosankan atau monoton.

Hal tersebut disampaikan Silfa Humairah, mahasiswi semester akhir Ilmu Jurnalistik di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi "Pembangunan" (STIK-P) Medan. Kepada Kreasi, Silfa mengatakan sekarang bukan nggak zaman Ospel dengan tindak kekerasan, melainkan menciptakan kreativitas diri.

“Jangan cuma bisanya ikut tren orang-orang dulu dong, udah kuno. Harusnya, saat ini kampus-kampus udah berpikiran ke depan, tak menggunakan cara lama yang justru kurang mendidik bagi mahasiswa baru sebagai calon kaum intelektual nantinya,” tutur Silfa.  

Pada dasarnya, Ospek adalah kegiatan pengenalan kampus kepada mahasiswa baru. Namanya juga pengenalan, jadi seharusnya diberi pembekalan dan materi yang berhubungan dengan dunia kampus serta pengembangan ISQ, pengenalan diri, bakat, dan sebagainya.

Pengenalan dan pendidikan menjadi prioritas utama kegiatan Ospek sekarang. Tapi namanya juga tidak lagi ospek. Karena masyarakat udah terlalu paranoid dengan nama itu, sehingga masing-masing kampus biasanya membuat nama sebutan tersendiri.

Misalnya, STIK-P yang tengah menggelar kegiatan tersebut. Sejak berdiri pada 18 Mei 1987 silam, kampus penghasil praktisi Public Relations (PR) dan jurnalis andal itu menamakan masa orientasi dengan PPMB atau Pembekalan Pendidikan Mahasiswa Baru. Namanya juga pembekalan pendidikan, jadi dalam kegiatan itu mahasiswa baru lebih diberikan pengetahuan seputar dunia kampus, sistem belajar di perguruan tinggi yang jelas berbeda dengan masa sekolah dulu, pengetahuan mengenai ilmu Komunikasi khususnya PR dan Jurnalistik.

Sekadar menambak semarak dan kekompakan peserta, PPMB tersebut juga dihiasi diskusi bersama, nyanyi, dan tentu saja serangkaian games. Dalam PPMB STIK-P, mahasiswa juga lebih ditekankan kepada kekompakan, kebersamaan, dan sense of belonging. So, tak harus dengan kekerasan kan?

Editor: Austin Antariksa
(dat15wol/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment