Tuesday, 20 September 2011 07:03    PDF Print E-mail
Limbong: Darwin resmi ketuai PSSI Sumut
Sports

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Caretaker Ketua Pengprov PSSI Sumut, Brigjen (TNI) Dr Bernhard Limbong SSos SH MH, memastikan Musprovlub PSSI Sumatera Utara 2011- 2015 sudah dilakukan sesuai aturan berlaku.

Mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan  penanggungjawab Timnas Indonesia itu lantas memastikan, Darwin Syamsul yang terpilih dalam Musprovlub tersebut secara resmi menjadi Ketua Umum PSSI Sumut periode 2011-2015.

“Penentuan calon Ketum PSSI Sumut mengadopsi aturan yang diberlakukan saat kongres 2009 lalu. Sesuai regulasi, setiap calon Ketum wajib mendapat dukungan minimal delapan suara," urai Limbong di Jakarta baru-baru ini.

Dari dua calon Ketum PSSI Sumut yang maju, lanjut Limbong, hanya Darwin yang memenuhi persyaratan karena mendapat dukungan 14 suara (satu suara gugur). Itu setelah Binjai memberikan dukungan ganda yang membuat panitia langsung menganulirnya.

"Perlu diketahui, saya sama sekali tidak kenal siapa itu Darwin. Tapi karena dia yang terpilih, kita harus menjalankan aturan. Lagipula, semua biaya Musprovlub PSSI Sumut berasal dari kantong pribadi saya. Jadi tidak benar informasi yang menyebutkan ada kubu tertentu yang menyetorkan dana untuk memenangkan kursi Ketum PSSI Sumut," beber Limbong.

Ditanya sikap PSSI terkait adanya Ketua Umum PSSI Sumut lainnya yang dipilih beberapa pemilik suara begitu Musdalub yang digelar pertama rampung, Limbong memastikan akan membawa masalah ini ke Komisi Disiplin. Dikatakan, pemilihan Ketum PSSI Sumut di luar yang dilakukan panitia resmi adalah pelanggaran sekaligus pelecehan terhadap institusi.

"Bisa jadi malah kami bawa masalah ini ke hukum positif, karena sudah melanggar ketentuan dengan melecehkan PSSI. Terlebih karena ada upaya membalikkan fakta. Salah satunya dengan mengatakan panitia tidak mengizinkan peserta masuk," kata Limbong.

“Yang terjadi sesungguhnya, panitia sudah beberapa kali memanggil peserta agar masuk dalam arena Musdalub. Tapi mereka tetap tidak mau karena menolak mengisi absensi yang disiapkan panitia. Dengan tidak mengisi absen, jelas sudah ada indikasi tidak baik. Bisa-bisa, peserta yang masuk justru tidak memiliki hak suara yang sah," pungkas Limbong.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat03/wol/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment