|
||||
| Kompetisi level 1, klub ISL diprioritaskan |
| Sports |
|
DONI HERMAWAN Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengungkapkan PSSI berubah pikiran untuk kembali mempertahankan format satu wilayah karena ada peraturan yang terlupakan sebelumnya. Dalam hal ini, keputusan Kongres Tahunan PSSI di Bali pada Januari lalu. “Sebelumnya kami buka-buka file karena memang tidak ada laporan pertanggung jawaban pengurus lama. Ternyata ada yang terlupakan terkait dengan keputusan Kongres di Bali. Disitu ditetapkan kompetisi harus diikuti 18 klub. Itu tidak boleh dilanggar. Itu yang menjadi dasar pemikiran PSSI untuk mempertahankan format satu wilayah,” ujarnya kepada Waspada Online, Senin. Selain itu, AFC juga meminta PSSI tetap menggunakan format satu wilayah dengan alasan jumlah pertandingan yang terlalu banyak jika dibagi dua wilayah. Menilik ke belakang, Djohar memaparkan AFC telah memberi tenggat waktu bagi PSSI sejak 2008. “Tanggal 14 Oktober ini deadline-nya dan jika gagal sanksinya tiga tahun kita tanpa wakil di kompetisi AFC. Karena itu kita harus bergerak cepat. Namun ironisnya hanya enam klub yang sampai saat ini dinyatakan memenuhi persyaratan. “Hanya enam klub dan kesemuanya non ISL,” katanya. Soal skala prioritas untuk 15 klub penghuni ISL musim lalu, Djohar tidak membantah. “Benar mereka kita prioritaskan. Namun kan tidak semuanya bisa memenuhi persyaratan legalitas, finansial dan yang lainnya. Intinya kita kasih pilihan jika sanggup silahkan main di level 1. Jika tidak silahkan pilih level 2 atau amatir,” tukasnya. |




Comments