|
Ragam
|
ANGGRAINI LUBIS WASPADA ONLINE MEDAN - Masa karantina kerap dianggap ‘kurang penting’ bagi peserta pemilihan Puteri Indonesia. Baik Raline Shah maupun Nabila Azhar pernah mengatakan, meski terkesan seperti "kurang penting", justru masa-masa karantina inilah yang menjadi faktor utama yang menentukan tinggi rendahnya poin seorang calon Puteri Indonesia.
Hal ini pun disadari Sabrina Chairunnisa, yang akan mewakili Sumatera Utara dalam ajang Puteri Indonesia 2011, 7 Oktober mendatang. “Saya sudah menyiapkan diri dengan belajar mengenai budaya maupun umum. Saya juga sadar perilaku saya saat dikarantina menjadi penilaian bagi juri,” katanya kepada Waspada Online tadi malam.
Dalam bidang budaya, mahasiswi semester tiga Desain Komunikasi Visual di Universitas Trisakti Jakarta ini akan mengangkat budaya Simalungun saat masa penilaian Puteri Indonesia 2011 nanti. Mengapa memilih Simalungun? Sabrina mengatakan bahwa ia hanya ingin menunjukkan bahwa Sumut memiliki banyak kebudayaan, bukan hanya Batak dan Melayu.
“Batak pun kan banyak budayanya, bukan seperti yang dikenal masyarakat umum. Masyarakat harus lebih banyak kenal tentang budaya Sumut, dan budaya kita ini banyak sekali yang masih perlu dipromosikan ke dunia,” katanya. (dat03/wol)
|
Comments