Thursday, 25 August 2011 07:17    PDF Print E-mail
Lansia lokalisasi Kremil 'curhat' ke anggota dewan
Warta
DANEL LUKAS RORON

SURABAYA - Di hari terakhirnya melakukan jaring aspirasi masyarakat (jasmas), Rabu (24/8) di aula SMP Bina Karya, Jalan Tambak Asri 133, Dra. Sudarwati Rorong, MM banyak mendapat keluhan dan masukan dari para lansia (lanjut usia) yang tinggal di kompleks Lokalisasi Tambak Asri atau lebih dikenal dengan nama Lokalisasi Kremil ini.

Salah satunya dari Saimah (57). Warga RT 1 ini memberikan masukan agar lansia diberi Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat).

“Kasihan para lansia seperti kami ini. Karena pemerintah selama ini kami nilai kurang serius dan sangat rendah perhatiannya terhadap kelangsungan hidup para lanjut usia (lansia). Akibatnya, nasib para lansia sangat memprihatinkan,” keluh Saimah pada anggota Komisi D DPRD Surabaya Periode 2009-2014 tersebut.

Kalau punya Jamkesmas, lanjut Saimah, paling tidak, kesehatan para lansia sudah ada jaminan dari pemerintah.

Mendapat masukan seperti itu, Sudarwati menyambut baik. “Untuk itu, sudah saatnya perlu digalakkan asuransi sosial dan kesehatan lansia untuk memberi perlindungan hak dan kesejahteraan hidup lansia, sesuai UU No 13 tahun 1998,” jelas Wakil Ketua 2 Badan Legislatif (Banleg) ini.

Menurutnya, bukan hanya pemerintah yang dinilai kurang memperhatikan nasib lansia, kepedulian masyarakat terhadap kalangan kakek-nenek itu juga relatif rendah.

Rendahnya perhatian pemerintah terhadap lansia, menyebabkan banyak ditemui lansia yang tidak terurus baik dari aspek sosial maupun kesehatan.

“Ini cukup memprihatinkan kita semua. Dan, sudah saatnya persoalan lansia mendapat perhatian lebih serius,” tegas anggota Fraksi Partai Damai Sejahtera (F-PDS) ini.

Dijelaskannya, saat ini jumlah lansia di Indonesia telah sekitar 17% dari jumlah penduduk. Maka, sesuai dengan UU, para lansia berhak mendapat kesejahteraan hidup, baik dari kebutuhan kesehatan dan sosial serta kesempatan berkarya (bekerja) maupun menikmati fasilitas umum.

Untuk kepentingan itu, kata Wakil Ketua Partai Damai Sejahtera Surabaya ini, sudah saatnya pemerintah tidak hanya sebatas menyediakan tempat penampungan, seperti panti jompo, tapi juga harus memberi pelayanan kesehatan maupun kebutuhan hidup lainnya yang lebih memadai.

Disinggung soal kiat lansia bisa hidup bahagia, menurut wakil rakyat berusia 53 tahun ini, yang harus dijaga adalah makanan dan pola hidup yang seimbang.

“Yang penting lagi, jangan berhenti berbuat sesuatu atau berperan. Karena dengan aktif berperan, hidup tetap terasa bersemangat dan ada artinya,`` harapnya.

Sementara itu,  Yaman (57), mengeluhkan tentang minimnya gaji yang didapat oleh pengurus RT.

“Masak gaji Ketua RT hanya 150 ribu perbulan? Maka tak heran kalau banyak warga yang menolak untuk dijadikan Ketua RT. Karena banyak berkorbannya. Tak hanya waktu, tapi juga materi,” kata Yaman yang juga Ketua RT 19.

Yaman yang pernah sukses mengantarkan kampungnya menjadi “Kampung Bersih dari Narkoba” tingkat Nasional dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2009 lalu ini berharap agar pemerintah kota juga menghargai peran dari pengurus RT yang menjadi ujung tombak di tingkat bawah.

Yaman yang sudah 3 tahun ini menjadi Ketua RT mengambil contoh, honor Ketua RT di Balikpapan bisa mencapai 450 ribu perbulan.

“Karena sebulan yang lalu, saya baru saja diundang Walikota disana untuk memberikan penyuluhan anti narkoba. Dan saya kaget ketika diberitahu bahwa pengurus RT disana mendapatkan perhatian sepenuhnya dari pemerintah setempat,” ungkap Yaman yang juga pembina dari Kampung Nagabonar (Taruna Ganyang dan Bongkar Narkoba) di Tambak Asri Gang 25 ini.

Mendengar keluhan demikian, Sudarwati pun berjanji akan memperjuangkan tentang kesejahteraan pengurus RT untuk ke depannya.

“Karena, pengurus RT adalah ujung tombak dari pemerintahan. Jadi, sudah sepatutnya kesejahteraan mereka diperhatikan oleh pemerintah,” tegasnya yang mendapat sambutan applaus dari 100 lansia yang mewakili semua RT di lokalisasi yang masuk di wilayah Kecamatan Krembangan ini.

Sebelumnya, wakil rakyat yang tampil beda menjelang pelantikannya sebagai anggota DPRD Surabaya pada Agustus 2009 lalu dengan menaiki becak dan bus kota menuju lokasi pelantikannya tersebut sudah melakukan jaring aspirasi masyarakat (jasmas) di empat lokasi yang berbeda sejak 18 Agustus lalu.
(dat05)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment