Friday, 12 August 2011 10:45    PDF Print E-mail
Safari Ramadham 1432 H
Mimbar Jumat

Pimpinan Wilayah  Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Al Washliyah melakukan Safari Ramadhan 1432 H ke berbagai daerah di Sumatera Utara. Safari Ramadhan ini merupakan salah satu bentuk program kerja jangka panjang Al Washliyah yang berkomitmen terhadap dakwah. Momentum Ramadhan benar-benar dimanfaatkan oleh Al Washliyah Sumatera Utara untuk berkomunikasi kepada umat, khususnya warga Al Washliyah di daerah. Dengan Safari Ramadhan diharapkan terjalinnya sambung rasa dan sambung pikir yang bisa jadi selama ini tersumbat. Tidak sedikit persoalan umat yang ada di daerah, tetapi tidak atau belum tersalurkan (tersampaikan). Karenanya dibutuhkan para da’i-da’i yang memiliki reputasi baik di mata umat, serta memiliki ilmu yang luas sehingga segala bentuk persoalan ke umatan yang ada di daerah dapat dicerahkan. “ Safari Ramadhan 1432 H  ini bagi Al Washliyah, bukan sekedar jalan-jalan para ustadz dan mendapat ujroh besar. Al Washliyah tidak memberikan apa pun kepada para da’i, kecuali sekedar pengganti transportasi. Karena yang terpenting, kata Drs. H. Hasbullah Hadi, SH, MKn-Ketua Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara, ‘adalah bagaimana persoalan-persoalan umat dapat diselesaikan. Saat ini banyaknya orang yang berinfiltrasi (melakukan penyusupan) ke dalam kehidupan masyarakat, sehingga merusak tatanan kehidupan beragama mereka, khusunya keberagamaan umat Islam”.

Persoalan-persoalan ke umatan itu harus disahuti secara cepat oleh Al Washliyah dengan lebih sering melakukan pencerahan keagamaan. Umat Islam sekarang ini telah terjangkit penyakit hedonisme akut yang ditularkan oleh Barat, dan penyakit itu telah pula merambat ke pelosok-pelosok daerah. Jika hal itu terus dibiarkan, maka bukan mustahil bangsa Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim ini akan semakin melemah kekuatannya. Islam tidak pernah melarang umatnya menjadi orang kaya, tetapi cara untuk menjadi orang kaya itu harus sesuai aturan baku yang ditetapkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Umat kita gampang diadu domba, lemahnya ruh silaturrahim, membuat persoalan yang kecil menjadi besar dan saling baku hantam. Padahal Islam adalah agama kasih sayang, yang lebih mengutamakan saudara nya (I’tsar) dari diri mereka sendiri. Demikian arahan sang Ketua, ketika melepas tim satu Safari Ramadhan 1432 H ke daerah Deli Serdang pada tanggal 8 Agustus lalu di kantor Pimpinan Wilayah jalan SM Raja. Ustadz yang diterjunkan ke aderah Deli Serdang itu diantaranya adalah Ustadz Drs. H. Abidin Azhar Lubis, dan Ustadz Drs. H. Musa Yahya.

Ketika diminta pendapat kedua ustadz kondang itu tentang Safari Ramadhan Al Washliyah ini, mereka mengatakan, rela meninggalkan jamaah mereka yang ada di kota yang ujrohnya tentu lebih besar. Tapi demi Al Washliyah dan dakwah Islam, dakwah ke daerah itu jauh lebih penting. Tim satu itu sendiri dipimpin oleh H. Haidil Adham Hadi, BA.

Sementara itu, tim dua Safari Ramadhan Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara, bearangkat ke daerah Binjai dan Kabupaten Langkat pada tanggal 9 Agustus. Terlihat ustadz. Fachrurrozy Pulungan (foto berbaju hijau) sedang memberikan pencerahan di Mesjid Nur Sa’adah Securai. Dan gambar sebelah nya menunjukkan ketua Pimpinan Daerah Al Washliyah Kabupaten Langkat, Zaid Nur memberikan bingkisan kepada ketua badan Kenaziran Mesjid. Bingkisan tersebut dari Penasehat Al Washliyah Langkat, H. Ngo Gesa Sitepu (Bupati Langkat).

Dalam taushiah nya ustadz Fachrurrozy Pulungan menyampaikan bahwa bangsa kita krisis pemimpin-pemimpin yang bertaqwa. Karenanya dengan Ramadhan kali ini diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang benar-benar bertaqwa. Karena itu janji Allah SWT sebagaimana bunyi surah al Baqarah ayat 183. Namun setelah sekian lama umat Islam menjalankan ibadah puasa, kenapa belum juga lahir pemimpin-pemimpin yang bertaqwa, hal itu kata ustadz Fachrurrozy, disebabkan cara melaksanakan ibadah puasa itu belum sesuai dengan aturan dan petunjuk yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dan kiam Ramadhannya masih sesuai selera pelakunya. Bukan sesuai petunjuk Rasulullah. Lihat saja bagaimana umat Islam dalam menyambut Ramadhan, dan melakukan shiamnya. Umat Islam kita menyambut Ramadhan dengan hura-hura (gebyarnya), sedang pelaksanaannya dengan malas-malasan, lebih banyak tidur nya dari karya nya. Pelaksanaan puasa seperti itu harus dirubah. Orang-orang yang bisa melawan seleranya itulah yang melahirkan pemimpin-pemimpin yang bertaqwa, katanya.

Safari Ranadhan 1432 H Pimpinan Wilayah Al Washliyah Sumut berikutnya, akan menuju Kabupaten Asahan dan Tanjung Bali pada tanggal 12 Agustus, yang dipimpin oleh Dtm. Drs. H. Hasan Maturidi. Tanggal 13 dan 14 Agustus ke Labuhan Batu, dan Labuhan Batu Utara, dipimpin oleh H. Isma Fadly Pulungan, SAg, SH. Serta Serdang Bedagai ke Tebing Tinggi pada tanggal 14 Agustus. Dan akhirnya Safari Ramadhan ini insya Allah akan berakhir di kota Siantar dan Simalungun pada tanggal 20 Agustus, dan dipimpin oleh Akmal Samosir SAg. (hfrzp)

Pimpinan Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment