Monday, 25 July 2011 12:45    PDF Print E-mail
Komplek perumahan timbulkan banjir di Lingk IX Kelurahan Bantan- Medan Tembung
Warta
AMIN
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

MEDAN - Kami yang bermukim sepanjang Jalan Bersama tepatnya di Lingkungan IX Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, dan masyarakat yang bermukim di Jalan Ampera, juga kelurahan Bantan merasa kecewa dan mengecam pengusaha Anggiat (warga Singkawang) yang barusan membeli tanah seluas 20 rante dari pintu masuk gang Rela, Jalan Bersama hingga berbatasan dengan tanah milik masyarakat lima gang di sekitar Jalan Ampera, khususnya Gg. Pencak.

Pasalnya, pemilik tanah yang kabarnya warga keturunan ini, berencana akan membangun komplek perumahan. Sebelum dibangun, pengusaha sengaja menimbun tanahnya dengan tinggi 1 meter. Akibatnya, tanah masyarakatb sekitar Jalan Bersama yakni Gang Ikhlas, Gang Swasembada, Gang Rela, Gang Pribadi dan Gang Swadaya serta masyarakat yang bermukim di Jalan Ampera, Kelurahan Bantan meliputi Gang Pencak dan empat gang lainnya, merasa keberatan, karena akibat timbunan itu, kawasan tersebut sering kebanjiran bila hujan turun, hingga air hujan menggenai rumah warga sebatas mata kaki.

Padahal, sebelum Anggiat membeli tanah dan menimbunnya seluas 20 rante itu, warga sekitar tak pernah kebanjiran.

Untuk mengantisipasi banjir sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk membuang air limbah rumah tangga, pihak Anggiat melalui kepala tukang berjanji kepada masyarakat akan membebaskan tanah untuk pemanjangan tembok seluas 1,5 meter yang mengelilingi rumah-rumah pendudk sekitar (untuk saluran air parit -limbah rumah tangga).

Tapi saat penggalian tanah pembatas untuk pembuatan tembok beton, justru pihak Anggiat ingkar janji dan malah tak membebaskan tanah seluas 1,5 meter kepada masing-masing warga untuk saluran air limbah.
Kami, sebagai warga sekitar tanah milik Anggiat merasa kecewa dengan kebijakan dan pematokan tanah tanpa ada pembebasan saluran air limbah.

 Untuk itu kami memohon kepada media cetak untuk meliput dan memberitakan kejadian ini yang telah merugikan masyarakat sekitar khususnya yang bersebelahan dengan tanah milik pengusaha komplek perumahan di Gang Rela tersebut.

Kami juga telah megajukan surat protes kepada Lurah Bantan, tapi tak ditanggapi.

Kami juga mohon kepada Dinas Tata Kota Kota Medan dan Camat Medan Tembung, Hendra untuk berdialog dan musyawarah dengan masyarajat khususnya yang dirugikan oleh Anggiat.

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment