Wednesday, 20 July 2011 02:10    PDF Print E-mail
Bisnis maksiat berkedok salon marak
Warta

RIDIN
Koordinator Liputan
WASPADA ONLINE


MEDAN - Pemerintah dan kepolisian sepertinya menutup mata terhadap berkembangnya bisnis-bisnis haram bermodus praktek kesehatan 

Bisnis haram yang beberbentuk salon dan SPA di Kota Medan itu dapat dijumpai dibeberapa wilayah di Kota Medan  diantaranya di Jalan Aksara, Jalan Mangkubimi, Jalan Negara, Jalan Orion, Jalan Sutomo, Jalan Banbu II, Komplek Asia Mega Mas, Komplek Medan Plaza, Jalan Skip dan banyak lagi lainnya.

Seperti contoh di Jalan Aksara, ada Salon Canada, Salon Joli dan lainnya. Kemudian, di Jalan Mangkubi ada Gemini SPA. Jalan Negara, ada Thai SPA, Salon Mei-Mei, Salon Mei Cing, Salon Rosalinda, Salon QQ dan banyak lagi.

Selanjutnya, di Jalan Bambu II ada In The SPA, di Komplek Medan Plaza ada Hospital SPA. Komplek Asia Mega Mas, ada Bali SPA dan Salon dan seterusnya.

Keberadaan bisnis haram ini disinyair dijadikan objek tambahan penghasilan oknum-oknum pemerintah dan kepolisian tertentu. Akibatnya, pendapatan asli daerah (PAD) pun menjadi merosot.

Permainan yang terjadi antara pemilik bisnis SPA dan salon dengan oknum pemerintah dan kepolisian biasanya terjadi diperijinan. Baik itu ijin operasional maupun ijin keramaian. Permainan ijin diduga dilakukan melalui ‘bawa meja’ jabatan oknum.

“Tak sedikit lokasi bisnis haram itu terbukti melakukan transaksi seks. Namun, tidak ada tindakan ataupun saksi tegas yang diberikan dari aparat pemerintah maupun kepolisian,” ujar salah seorang warga Medan

Seperti In The SPA di Jalan Bambu II Medan, 22 April 2011 lalu, lokasi itu terbukti memberi transaksi seks. Penggrebekan yang dilakukan Unit VC Polresta Medan menjadi bukti. Namun, pemerintah dan kepolisian tidak ada memberi sanksi tegas, buktinya bisnis haram itu tetap beroperasi.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat03/tempo)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment