|
||||
| Calon Sekda, DPRDSU main uang? |
| Warta |
|
AGUS ZULHAMIDI WASPADA ONLINE MEDAN - Lambatnya proses penetapan Sekertaris Daerah Sumatera Utara (Sekdaprovsu) menimbulkan berbagai asumsi. Ada asumsi bahwa keterlambatan tersebut karena belum adanya uang 'ipit-ipit' hingga saat ini belum ada kandidat yang mampu memenuhi budget yang dipatok untuk menduduki posisi Sekdaprovsu.Menyikapi rumor tersebut, anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Ikhyar Hasibuan, mengatakan menurutnya Sama sekali tidak ada praktek money politic, bahkan budget yang ditetapkan untuk memangku jabatan Sekdaprovsu. "Saya kira tidak ada money politik dalam Hal ini, saya yakin tidak ada itu, karena saya tidak pernah mendengar riak-riak itu di Kemendagri sana," ujar Ikhyar kepada Waspada Online siang ini. Menurut politisi dari Partai Demokrat ini, romor tersebut hanya beredar di Sumut saja, dan rumor itu juga telah ramai dibicarakan jauh hari sebelum para kandidat mengikuti fit and proper test yang dilakukan oleh Tim Penguji Akhir Kemendagri. Lambannya proses pemilihan ini, kata Ikhyar, tidak hanya memunculkan beragam asumsi publik. Akan tetapi tanpa keberadaan Sekdaprovsu definitif juga berdampak bagi pembangunan di Sumut, karena Sekda juga berperan sebagai Kepala Badan Anggaran Provinsi. "Jadi kita minta agar Mendagri segeralah memilih siapa yang layak di posisi ini, sebelum imbasnya semakin fatal bagi Sumut. Lihat saja serapan anggaran APBD, hingga triwulan ke dua ini baru sekitar Lima belas hingga dua puluh persen yang terealisasi," pungkasnya. Editor : HARLES SILITONGA(dat01/wol) |




MEDAN - Lambatnya proses penetapan Sekertaris Daerah Sumatera Utara (Sekdaprovsu) menimbulkan berbagai asumsi. Ada asumsi bahwa keterlambatan tersebut karena belum adanya uang 'ipit-ipit' hingga saat ini belum ada kandidat yang mampu memenuhi budget yang dipatok untuk menduduki posisi Sekdaprovsu.
Comments