|
AGUS ZULHAMIDI WASPADA ONLINE
MEDAN - Untuk sementara, isu suap yang melanda Komisi B DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Sumatera Utara dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Dirve I Sumut senilai Rp 7 miliar, aman. Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Dirve I Sumut, Muchtar Saad mambantah tegas dugaan suap senilai Rp7 miliar terhadap DPRD Sumut. "Tidak benar itu. Itu semua fitnah. 7 miliar itu tidak ada, dan saya bisa buktilkan melalui data-data, karena kita punya seluruh fakta dan buktinya," ujar Muchtar, di DPRD Sumut, malam ini.
Muchtar menuturkan, seluruh permasalahan ini harus segera dituntaskan, karena hal ini dapat menyebabkan kekeliruan dan pemukulan karakter, baik kepada Bulog maupun DPRD Sumut. Untuk itu, sebut Muchtar, dirinya sangat berharap agar sebelum mengekspose berbagai pemberitaan terlebih dahulu para wartawan melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak.
"Saya cukup-cukup malu dengan isu ini, khususnya keluarga saya, anak dan istri saya dokter, jadi buat apa saya mencuri jatah rakyat. Ini masuk di koran dan internet lo pak," tukasnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Dirve I Sumut, isu suap senilai Rp7 miliar menjadi pembahasan yang diprioritaskan oleh para anggota dewan. Ketika Ketua Komisi B DPRD Sumut, Bustami Hasibuan membuka rapat, dirinya langsung dihujani intrerupsi dari para anggotanya, dan dari keseluruhan interupsi itu mengusulkan agar penyelesaian isu suap dijadikan prioritas.
"Interupsi Ketua, saya ingin agar isu suap yang melanda Komisi B diprioritaskan terlebih dahulu, baru kita membuka rapat. Karena ini juga yang ditunggu-tunggu oleh para wartawan," ujar anggota Komisi B, Abu Bokar.
Hal ini juga disambut dengan anggota Komisi B lainnya, Tengku Dirkhansyah Abu Subhan Ali, anggota Komisi B yang pertama kali mengekspos dugaan suap di Bulog ini mengatakan, dirinya sangat sepakat dengan interupsi dari Abu Bokar. Sehingga semua persoalan ini selesai. "Saya ingin fitnah-fitnah mengenai aliran dana 7 miliar yang tidak sampai kepada kita ini diprioritaskan untuk dibahas," sebut politisi dari Partai Demokrat ini.
Interupsi kembali dilontarkan oleh anggota Komisi B lainnya, kali ini giliran Washington Pane yang bersuara. "Saya fikir pertemuan kita dengan Bulog tidak hanya kali ini saja, jadi kita dahulukan saja hal-hal yang diusulkan kawan-kawan baru kita masuk ke agenda," kata politisi dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) ini.
Karena dihujani interupsi dari para anggotanya, Bustami pun memutuskan untuk membahas isu suap terlebih dahulu sebelum masuk pada agenda rapat. "Oke lah, kita akan laksanakan interupsi kawan-kawan terlebih dahulu," jelasnya. Editor: HARLES SILITONGA(dat02/wol)WARTA KARTUN HARI INI
|
Comments