Friday, 10 June 2011 21:09    PDF Print E-mail
PT Union lecehkan DPRD Medan
Warta

ROMI IRWANSYAH
Koresponden Pemerintahan & Politik
WASPADA ONLINE

MEDAN - Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Remon Simatupang menilai, pimpinan perusahaan PT Union Pasifik Indonesia,   sebuah perusahaan minuman ringan yang terletak di Jalan KL Yosudarso tidak menghargai lembaga DPRD Medan.

"Ini satu bentuk telah melecehkan DPRD Medan. Padahal kita telah undang mereka secara resmi, namun tak satupun perwakilan perusahaan yang hadir,"ujar Remon kepada Waspada Online, malam ini, menyikapi ketidakhadiran pimpinan PT Union Pasifik Indonesia dalam memenuhi undangan dewan.

Namun demikian lanjut politisi dari Partai Buruh ini, pihaknya akan tetap menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap manegemen PT Union Pasifik Indonesia, inilah salahsatu bukti komitmen Komisi B DPRD Medan dalam memperjuangkan nasib buruh, ungkapnya.

Menurut Remon, dilakukankan Rapat  Dengar Pendapat (RDP) antara buruh dengan pihak perusahaan PT Union Pasifik Indonesia tersebut, menyangkut persoalan hak normatif yang tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Dimana sebanyak 40 karyawan yang bekerja sebagai supir di perusahaan tersebut telah membuat pengaduan ke komisi B DPRD Medan, sebab gaji yang mereka terima selama ini, tidak sesuai dengan ketantuan upah minumum kota (UMK), ungkap Remon.

"Kita bermaksud ingin membantu menyelesaikan persoalan ini, sebab apa yang telah dilakukan oleh pihak perusahan yang membayar gaji dibawah UMK jelas telah melanggar Undang Undang (UU) Perburuhan, namun sepertinya pihak PT Union Pasifik Indonesia sendiri tidak punya niat baik, mereka tidak datang tanpa alasan," tandas Remon.

Tindakan ini menurut Remon merupakan sebuah pelecehan terhadap lembaga DPRD Medan, kalau sekiranya meraka belum bisa hadir, harusnya ada pemberitahuan,  apakah melalui telepon, surat  dan sebagainya sehingga Komisi B DPRD Medan juga bisa menundanya. "Inilah salah satu bentuk arogansi pihak perusahaan,” papar Remon.
Namun begitu kata Remon, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan kedua, tapi sebelumnya Remond menyarankan agar Komisi B DPRD Medan melakukan speksi mendadak (Sidak) ke PT Union Pasifik Indonesia tersebut, sebab disinyalir banyak persoalan yang tersimpan di perusahaan tersebut.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment