|
||||
| Emas Geumpang masih survey |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE SIGLI- Sebanyak 12 perusahaan penambang emas di Geumpang, Kabupaten Pidie masih melakukan melakukan survei atas keberadaan logam mulia tersebut. Belum diketahui sampai kapan aktivitas survei itu memperoleh hasil. “Sampai saat ini sejumlah perusahaan masih melakukan survei di atas pegunungan Geumpang. Mereka dalam melakukan kegiatannya tidak merusak lingkungan, serta perusahaan-perusahaan itu tetap komitmen menjaga lingkungan huntan Geumpang” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pidie Mulyadi Yacob. Mulyadi mengungkapkan, pihaknya setiap hari melakukan pengawasan dengan cara meminta laporan dari sejumlah perusahaan yang melakukan aktifitas izin eksplorasi emas di kawasan pegunungan Geumpang tersebut. Selain itu dinas yang dipimpinya tersebut juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi eksplorasi. “ Informasi terakhir dari laporan yang kita terima, perusahaan-perusahaan itu masih melakukan survei di atas gunung sana” katanya lagi. Mulyadi, menjelaskan, dalam melakukan kegiatan survei tambang emas di Geumpang, sebanyak 12 perusahaan yang telah mengantongi izin tersebut selalu memperhatikan lingkungan supaya tidak rusak. Setiap hasil survei yang didapatkan selalu disimpan untuk diteliti dilaboratorium. “Mereka dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan petunjuk dan aturan yang berlaku. Jadi lingkungan selalu dijaga, sehingga tidak rusak,” jelas Mulyadi. Nek Sapiah, 50 warga Tangse yang sehari-hari berprofesi sebagai pendulang emas di dalam sungai, mengungkapkan setelah peritiwa banjir bandang beberapa waktu lalu, kini sumber biji emas yang sebelumnya mudah didapatkan di dalam DAS Tangse, seperti di daerah Krueng Merim sudah sulit didapatkan. Biasanya, dia perhari bisa mendapatkan penghasilan dari mendulang emas paling sedikit senilai Rp 200.000 sampai Rp. 500.000. ” Tetapi sekarang sudah sangat sulit. Terkadang dalam satu minggu kita dulang, dari pagi sampai sore hari, tidak ada hasil sama sekali. Dan ini terjadi setelah peristiwa banjir bandang beberapa waktu lalu,” katanya. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat04/waspada) |




Comments