|
||||
| Analis: Survei Indo Barometer keliru! |
| Warta |
|
RANY LISTYAWATI SIS Reporter-in-training WASPADA ONLINE MEDAN – Menanggapi hasil survei nasional Indo Barometer yang menunjukkan bahwa 40,9 persen masyarakat Indonesia mempresepsikan Orde Baru lebih baik dibandingkan Orde Lama maupun Orde Reformasi. Dan 22,8 persen masyarakat Indonesia berpresepsi Orde Reformasi lebih baik. Analis Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Ahmad Taufan Damanik mengatakan hasil survei tersebut keliru. Menurutnya metodelogi yang digunakan Indo Barometer memiliki akurasi yang rendah. “Persepsi tidak bisa dibandingkan apalagi untuk tiga orde, tanpa melihat fakta-fakta objektif,” ujarnya kepada Waspada Online, hari ini. Ia mengatakan Indo Barometer mengabaikan fakta-fakta objektif seperti tidak mengukur kebebasan media, peningkatan ekonomi, partisipasi pendidikan, penegakkan hukum dan indikator lainnya untuk diperbandingkan. “Hutang kita jauh lebih banyak orde baru dibandingkan sekarang ini,” ujarnya. Selain itu ia mengatakan, psikologis manusia cenderung mengingat-ingat hal-hal yang baik di masa lalu karena dalam kondisi sekarang mengalami sakit. “Sekarang ini masyarakat sedang mengalami krisis kepercayaan kepada pemerintah dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) jadi menganggap masa lalu lebih indah,” ujarnya. Pria yang juga aktif menulis blog ini menyangsikan responden yang ikut dalam pooling Indo Barometer tidak mengalami tiga zaman orde sehingga tidak melihat hal-hal yang menjadi catatan suram masa lalu. Banyak cerita suram orde lama dan orde baru yang harus diketahui responden seperti persitiwa pembantaian 1966, peristiwa Tanjung Priok, perdamaian Aceh dengan senjata, mengantri beras dan banyak cerita pelanggaran HAM lainnyan. Ahmad mengatakan survei seharusnya yang dilakukan adalah mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan yang sedang berjalan sekarang, bukan pandangan responden terhadap tiga orde sekaligus. Tapi ia mengatakan, hasil survey ini bisa menjadi masukan dan kritik untuk pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menurutnya sudah tidak popular lagi di mata masyarakat Indonesia. Editor: ANGGRAINI LUBIS(dat01/wol) WARTA KARTUN HARI INI |




MEDAN – Menanggapi hasil survei nasional Indo Barometer yang menunjukkan bahwa 40,9 persen masyarakat Indonesia mempresepsikan Orde Baru lebih baik dibandingkan Orde Lama maupun Orde Reformasi. Dan 22,8 persen masyarakat Indonesia berpresepsi Orde Reformasi lebih baik.
Comments