Wednesday, 19 January 2011 09:05    PDF Print E-mail
Jepang bantu Pidie terancam batal
Warta - Aceh
WASPADA ONLINE

SIGLI - Mesin prosesing benih padi bantuan pemerintah Jepang senilai Rp6,6 miliar yang dikelola Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Pidie Jaya terancam dibatalkan, apabila terus dipersoalkan.

“Apabila persoalan ini diteruskan, ada kemungkinan berdampak pada pembatalan bantuan. Karena itu kami mengharapkan, bantuan ini jangan lagi dipersoalkan,” kata Kadis Tannak, Pidie Jaya, Said Hamid,  pagi ini.

Menurut dia, pemerintah Jepang sangat tidak mengharapkan adanya persoalan dalam pemberian bantuan tersebut. Karenanya dalam proses pengadaan tanah untuk gedung UPBP, pihaknya telah melakukan sesuai mekanisme. Meski pun kepala dinas terkait dan staf tidak sempat melakukan koordinasi dengan pihak dewan.

Sejak awal, ia menyebutkan, pembebasan tanah di lokasi yang berposisi di tepi jalan Meureudu. Namun, disebabkan adanya benturan platform harga yang ditentukan provinsi senilai Rp200.000 per meter, maka dalam tempo batas waktu tiga hari yang diberikan, pihaknya langsung mengalihkan lokasi ke Desa Reudeup.

“Saat itu harga tanah di pinggir jalam Meureudu Rp400.000 permeter, kan tidak sesuai. Karena itulah kami mengambil kebijakan dengan mencari tanah di lokasi lain yang lebih murah sesuai platform,” kata Said.

Selain itu lokasi sekarang yang digunakan UPBP dinilainya sangat strategis, mengingat tingkat kebisingan mesin yang cukup kuat dan jauh dari pemukiman masyarakat dengan jarak sekira 500 meter dari jalan negara.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat04/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment