|
||||
| Kemenhub hanya mampu serap anggaran 88,76% |
| Ekonomi & Bisnis |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Menteri Perhubungan Freddy Numberi ternyata hanya sanggup menargetkan penyerapan anggaran di Kementerian yang dipimpinnya sebesar 88,76 persen hingga akhir tahun ini.Padahal sebelumnya di bulan Oktober lalu, Freddy sempat optimis jika penyerapan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa mencapai 93-95 persen sampai dengan akhir tahun. "(Penyerapan) Anggaran Kemenhub terhitung tanggal 13 Desember memang baru mencapai 67,23 persen, namun mudah-mudahan pada akhir tahun bisa mencapai 88,76 persen," jelasnya sebagaimana dikutip dari situs Kemenhub, Kamis (16/12/2010). Dia mengatakan rendahnya penyerapan ini karena masih ada beberapa proyek yang pembayarannya masih belum selesai sehingga belum bisa dilaporkan. Dirinya pun menunjuk keterlambatan penyerapan yang terjadi juga diakibatkan karena keterlambatan turunnya DIPA anggaran tahun 2010 sebagai salah satu rendahnya penyerapan anggaran tersebut. "Keterlambatan ini terjadi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), DIPA-nya baru turun sekira bulan Agustus 2010 yang mengakibatkan lambatnya proses penyerapan," ungkapnya. Untuk tahun 2011 mendatang diharapkan penyerapan dapat lebih baik lagi. Menhub juga mengharapkan adanya kerjasama yang baik antara Kemenhub dengan semua pihak khususnya dengan DPR dan Kementerian Keuangan agar tidak terjadi keterlambatan turunnya DIPA seperti yang terjadi pada tahun ini. "Kita mengharapkan kerja sama dengan semua pihak khususnya dengan DPR dan Kemenkeu mengenai masalah turunnya dana dan DIPA agar bisa tepat waktu sehingga penyerapan dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik," tuturnya. Untuk tahun 2011, Kemenhub akan meningkatkan pemantauan pelaksanaan proyek-proyek dan akan meningkatkan penggunaan Information Technology (IT) base untuk monitoringnya. "Dengan adanya peningkatan pada IT base diharapkan penyerapan itu bisa kita monitor dan kita pacu, karena kita bisa tahu persis dimana kekurangnnya, sehingga dapat berjalan lebih baik,"harapnya. Adapun capaian kinerja Kemenhub sepanjang tahun 2010 di semua subsektor perhubungan baik itu darat, laut, udara dan Perkeretaapian diantaranya untuk sektor transportasi darat, Ditjen Perhubungan Darat antara lain penyediaan subsidi angkutan perintis pada 183 trayek di 20 propinsi dan penyedian delapan unit bus untuk angkutan perintis pada 20 provinsi. Selain itu untuk angkutan penyeberangan pada tahun 2010 Pemerintah telah memberikan subsidi di 111 lintas penyeberangan perintis bagi 49 kapal dengan nilai Rp140 miliar. Sementara untuk pengembangan transportasi perkotaan hingga tahun 2010 telah dilaksanakan program BRT (Bus Rapit Transit) di 10 kota. Sedangkan untuk sektor transportasi laut, menurut Menhub dengan penerapan asas cabotage yang mengacu Inpres No. 5 Tahun 2005 sampai dengan bulan September 2010 tercatat pangsa muatan pelayaran nasional meningkat menjadi 95 persen (229,7 juta ton) dibandingkan pangsa muatan pelayaran berbendera asing yang hanya sebesar 4,9 persen (12 juta ton). "Selain capaian fisik tersebut capaian kerja yang cukup menonjol di sektor transportasi laut pada tahun 2010 adalah telah dikeluarkannya persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terkait dengan pendirian otoritas pelabuhan," ungkapnya. Di sektor udara, telah terjadi peningkatan jumlah penumpang penerbangan komersial yang diprediksikan sebesar 10-15 persen dibanding tahun 2009. Selain itu, upaya untuk melakukan reformasi organisasi telah berhasil membuahkan persetujuan Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi terhadap usulan untuk mendirikan 10 otoritas bandar udara. "Pada tahun 2010 ini juga, Indonesia kembali berhasil meyakinkan Uni Eropa untuk menambah daftar maskapai yang dicabut larangan terbang ke Eropa sebanyak dua maskapai yaitu Metro Batavia Air dan Indonesia Air Asia," ujar Menhub. Sementara itu untuk sektor perkeretaapian, Pada tahun 2010 telah dilakukan pengoperasian KA Regional KRDI Seminung (lintas Tanjung Karang-Kota Bumi Lampung) dan KRDI Sri Lelawangsa (lintas Medan-Belawan-Binjai) yang menambah jumlah pengoperasian KRD semacam yang sebelumnya telah mencapai 14 kereta. Selain itu, Menhub juga mengatakan itu dalam rangka peningkatan prasarana telah dibangun jalan baru KA sepanjang 31, 97 km yang terdiri dari jalur ganda sepanjang 29,07 km dan jalur tunggal sepanjang 2,9 km. "Diharapkan jalur ganda ini sudah bisa tuntas seluruhnya di masa periode ini, sehingga nantinya (perjalanan KA) Jakarta-Surabaya sudah bisa dengan jalur ganda," tandasnya. Sementara itu, capaian kinerja yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan adalah standarisasi pelayanan dimana di masa mendatang penggunaan AC di semua KA baik di kelas bisnis atau kelas ekonomi harus tercapai. Saat ini telah terdapat enam kereta ekonomi AC, yang beroperasi di wilayah Jabodetabek (kereta regional) dan kereta api ekonomi jarak jauh yaitu lintas Pasar Senen-Kutoarjo. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat09/okezone) |




JAKARTA - Menteri Perhubungan Freddy Numberi ternyata hanya sanggup menargetkan penyerapan anggaran di Kementerian yang dipimpinnya sebesar 88,76 persen hingga akhir tahun ini.
Comments