Thursday, 16 December 2010 06:17    PDF Print E-mail
Iran ditakuti NATO & Israel
Opini
FAJAR AS

Revolusi Islam Iran yang diarsiteki dan dipimpin Ayatullah Ruhollah Khomeini yang menghancur leburkan rezim Syah in Syah telah bergerak sedemikian rupa dan sangat menyakinkan terciptanya adidaya baru global di kawasan Timur Tengah yaitu Republik Islam Iran. Negara ini telah muncul sedemikian rupa menjadi negara yang sangat keras yang berusaha melikuidasi dan setidak-tidaknya menetralisir dominasi Barat (Eropa Barat, Amerika Serikat) dan negara yang didukungnya yaitu Israel.

Pasca Khomeini memang sempat muncul kekuatan yang agak moderat yang dipimpin Khatami. Tetapi terlihat proses yang sangat kuat tampilnya kekuatan revolusioner yang didukung Ayatullah Khamenei (pengganti Khomeini) dan menampilkan kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad (Ahmadinejad). Sebelum tampilnya Republik Islam Iran bahwa di Timur Tengah telah tampil kekuatan yang sangat ditakuti oleh Eropa Barat, Amerika Serikat, dan Israel yaitu administrasi Saddam Hussein (Republik Irak).

Saddam Hussein sendiri yang berusaha menghancurkan Israel dan merancang penghancuran kekuatan royalis di Timur Tengah yang mendapat perlindungan dari Amerika Serikat (Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Bahrein, dan Qatar). Sebagaimana Iran dan Irak, bahwa negara-negara royalis ini memiliki sumber uang berlimpah yaitu minyak dan gas bumi. Saddam Hussein terlihat tidak memiliki kekuatan senjata mutakhir yang sepadan dengan kampanyenya untuk menghancurkan Israel, negara-negara royalis, dan kekuatan Eropa Barat dan Amerika Serika. Ketika berusaha membangun senjata nuklir, peran intelijen dan spionase tidak tertata dengan rapi, dan Israel berhasil membombardir dan menghancurkan proyek nuklir Irak tersebut.

Kemampuan GeorgeBus W. Bush Sr membangun aliansi militer internasional serta keberaniannya menyerbu bala tentara Irak, yang “mengagresi” Kuwait--dan kemampuan dan keberanian George W. Bush Jr untuk menguasai seluruh kawasan Irak--telah menunjukkan kelemahan besar Saddam Hussein membangun aliansi militer Internasional dan terutama menunjukkan kenyataan kelemahan besar bala tentara dan mesin perang supramodern Irak.

Kendati fakta menunjukkan kebodohan besar George W. Bush Jr yang gagal menciptakan stabilisasi yang konstruktif di Irak, bahwa kehancuran administrasi Saddam Hussein telah menimbulkan perang saudara besar-besaran di Irak yang menimbulkan korban manusia yang sangat-sangat besar. Terjadilah ketidakadilan besar di mana George W. Bush Jr melakukan agresi menghancurkan bangsa Irak, yang menciptakan perang saudara besar-besaran sesama warga Irak, dan para pemimpin Irak yang digantung, dan sentosanya George W.Bush Jr menikmati pensiun dan kekayaannya yang berlimpah, dan kegagalan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk menegakkan misi dan wewenangnya.

Umat manusia telah sedemikian rupa mengharapkan terwujudnya perdamaian, akan tetapi harapan ini terlihat sia-sia saja terutama dalam hal ekonomi masih sangat pincang dan didominasi oleh sekelompok kecil para pemilik kapital. Perang besar, malahan perang dunia tetap akan terpicu sepanjang ketidakadilan tetap berkembang. Potensi perang besar dan perang dunia sedang membesar di kawasan Korea di perbatasan Rusia dengan Eropa Barat, di Timur Tengah (antara Negara-negara Arab dan Israel), dan di kawasan Iran.
 
Spionase

North Atlantic Treaty Organisation (NATO) atau Organisasi Pertahanan Atlanltik Utara, dan Israel memiliki badan intelijen atau spionase yang sangat-sangat potensial dan didukung dana yang berlimpah. Inggris memiliki MI6 dan MI16, Perancis memiliki Suretex, dan Amerika Serikat memiliki Central Intelligence Agency (CIA). Ketiga negara inilah biang besarnya NATO. Israel memiliki Mossad (Suatu Organisasi Spionase yang sangat licik dan dalam banyak hal bertindak sebagai organisasi kejahatan). Adalah logis bila badan intelijen yang demikian supracanggih tersebut sangat tahu kekuatan balatentara dan mesin perang negara-negara yang diperkirakan menjadi musuhnya.

Karena itu badan intelijen dimaksud sangat tahu kekuatan balatentara dan mesin perang Saddam Hussein sehingga Negara-negara musuh Saddam Hussein itu tidak ragu-ragu untuk menyerbu dan mengagresi Irak. Dan oleh karena itu pula, bahwa MI6 dan MI16, Suretex, CIA, dan Mossad sangat tahu kekuatan balatentara dan mesin perang Iran di bawah kepemimpinan Ahmadinejad. Tokoh keras Iran ini sejak masa kepresidenannya yang pertama telah sedemikian rupa mengutamakan menciptakan kesatuan balatentara yang mendapat latihan-latihan sangat keras dan teratur dan membangun aneka mesin perang supramodern, dan malah menjadikan Iran kekuatan nuklir. Keunggulan besar Ahmadinejad adalah mesin uang tunai yang bergerak dari detik kedetik dan bergerak tidak terputus-putus yaitu hasil penjualan minyak bumi.

Iran adalah termasuk negara penghasil minyak bumi yang spektakuler (berlimpah) dan kekayaan sangat berlimpah tersebut akan semakin melimpah dengan ditemukannya sumber minyak bumi di lepas pantai Teluk Persia yang depositnya mencapai 30 (tiga puluh) milyar barel. Inilah perbedaan besar antara Sukarno dahulu dengan Ahmadinejad. Sukarno memang bergerak untuk menghancurkan kekuatan Barat (Eropa Barat dan Amerika Serikat) yang dinyatakannya sebagai kekuatan neo kolonialisme, neo imperialisme, dan kekuatan lapuk yang menuju keruntuhan. Akan tetapi tokoh ini tidak didukung oleh sumber dana yang melimpah sehingga menjadi sangat mudah diruntuhkan.

Dengan sumber dana yang melimpah, Ahmadinejad memiliki potensi dan peluang untuk memodernisasi balatentara dan mesin perang. Saat ini seluruh wilayah Iran telah terbentengi persenjataan dan mesin perang supracanggih, terutama udara Iran telah dalam kondisi lengkap dibentengi. Panglima balatentara Irak telah menegaskan bahwa negeri Iran diserang oleh Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya, maka pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di sekitar Iran dan pangkalan Israel pasti mendapat serangan balasan yang menghancurkan.

Ketika memimpin inspeksi kekuatan nuklir Iran, Baradei (pimpinan badan peneliti nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa) menegaskan dan memperingatkan agar ekstra hati-hati  bermain api dengan Iran. Bila terjadi serangan militer ke Iran maka bola-bola api akan bertaburan di sekitar wilayah Iran, demikian Baradei memperingatkan. Peringatan ini sungguh menunjukkan bahwa Iran telah memiliki kekuatan balatentara dan mesin perang yang sangat unggul yang mampu memberi balasan yang menghancurkan penyerang.
 
Perang rudal
Pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berlangsung di Lisabon tanggal 20 November 2010 telah dengan khusus mencermati kekuatan musuh NATO dalam hal ini adalah Republik Islam Iran. Pertemuan Lisabon ini telah sepakat untuk menciptakan sistem perisai peluru kendali yang mampu membentengi Eropa Barat dan Amerika Serikat. Bila musuh NATO pada era perang dingin  tahun 1950 sampai tahun 1990 adalah Negara raksasa Uni Soviet dan Negara-negara Pakta Warsawa maka musuh NATO tahun 2010 dan tahun selanjutnya adalah Republik Islam Iran.

Republik yang didirikan oleh Khomeini tersebut dan saat ini dipimpin oleh Ahmadinejad dan sepenuhnya didukung oleh Khamenei di nyatakan telah mampu menyerang daratan Eropa dengan rudal balistik. Dan betapa menghancurkan bila rudal balistik ini telah dapat dilengkapi dengan hulu ledak berkekuatan nuklir. Kekuatan balatentara, mesin perang supracanggih terutama rudal balistik Iran telah sangat ditakuti oleh Arab Saudi dan terutama oleh Israel, terutama dengan adanya pernyataan Ahmadinejad untuk menghilangkan eksistensi Israel dari muka planetbumi ini.

Arab Saudi telah meminta bantuan kepada Amerika Serikat agar memasok senjata supramoderen dan telah disepakati Amerika Serikat memasoknya yang mencapai harga enam puluh miliar dolar Amerika Serikat. Israel termasuk lobi Yahudi di Amerika Serikat telah sedemikian takut dan meminta Amerika Serikat agar mempergunakan segenap kekuatannya untuk menghambat Republik Islam Iran menjadi negara bersenjata nuklir. Tetapi terlihat tanda-tanda bahwa Israel tidak sebagaimana lazimnya menghadapi musuhnya dengan bertindak cepat menyerang--terhadap Republik Islam Iran menjadi pengecut--hanya mampu memberi tekanan kepada Amerika Serikat untuk melakukan serangan militer kepada Republik Islam Iran.

Data-data ini menunjukkan bahwa kekuatan bala tentara, mesin perang dan rudal balistik Republik Islam Iran telah terbangun sangat kuat, sehingga NATO, dan Israel telah demikian ketakutan. Salah satu kebiasaan dari Amerika Serikat untuk menundukkan musuh-musuhnya adalah dengan melakukan subversi dalam negeri musuhnya serta menggerakkan kekuatan tidak bermoral di dalam negeri musuhnya tersebut untuk melakukan kudeta (perebutan kekuasaan). Beberapa kali kejadian di Iran telah menunjukkan adanya kegiatan subversi dari musuh Republik Islam Iran, yang harus dinetralisir oleh pemimpin Iran dengan cara yang penuh kecerdasan.
 
Penulis adalah Pengamat Ekonomi - Politik Internasional

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment