|
ROMI IRWANSYAH Koresponden Pemerintahan & Politik WASPADA ONLINE MEDAN – Dinas Kebersihan Kota Medan terkesan “melempem” dalam mengatasi persoalan sampah yang kini masih belum terselesaikan. Alasannya, dinas tersebut tidak punya program khusus untuk penanganan masalah sampah yang kian menggunung. Padahal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja daerah (RAPBD) Kota Medan 2011, dinas kebersihan mendapat anggaran Rp61,8 miliar.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Sulaiman Harahap, menjelaskan pihaknya hanya fokus melaksanakan program sosialisasi di tahun 2011. Karena, sarana dan prasarana penunjang kebersihan dinilai cukup memadai. "Apalagi di tiap kelurahan ada truk sampah dan di tiap lingkungan ada gerobak sampah," ujar Sulaiman, malam ini.
Strategi dinas kebersihan, kata Sulaiman, memperbanyak sosialisasi bertujuan menggugah kesadaran masyarakat Medan terhadap kebersihan. “Apapun ceritanya, seberapa banyak sarana dan prasarana tidak akan berhasil bila masyarakat tidak ikut berperan terhadap kebersihan kota,” ujarnya.
Menanggapi ini anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong, menampik program dinas kebersihan itu. "Manalah bisa hanya cukup dengan program sosialisasi untuk penanganan masalah sampah. Yang jelas peningkatan sarana dan prasarana masih perlu," ujar Parlaungan.
Parlaungan mencontohkan, pengadaan tong sampah di tiap depan gang dan menambah petugas truk pengangkut sampah. Apalagi, titik pengangkutan sampah lebih banyak dibanding sebelumnya. "Anggaran di dinas kebersihan kan memadai. Bisa saja dilakukan pengadaan sejumlah sarana dan prasarana," katanya.
Parlaungan juga tak yakin program sosialisasi akan berjalan baik. "Sebaliknya, bukan tak mungkin program itu sia-sia, jika tidak disertai teknis pelaksanaannya," katanya. Editor: SATRIADI TANJUNG(dat02/wol)WARTA KARTUN HARI INI
|
Comments