|
||||
| Anggaran seleksi bos KPK Rp2 M? |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghasilkan dua nama, yaitu Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas telah menghabiskan anggaran sekira Rp2 miliar. Bahkan, menurut anggota panitia seleksi, M H Ritonga, anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp2,5 miliar."Dari anggaran sebanyak Rp2,5 miliar yang dialokasikan, Rp2 miliar di antaranya telah habis untuk proses seleksi. Sisanya, sebanyak Rp500 juta, telah dikembalikan ke kas negara," jelas Ritonga, Jumat, sore ini. Anggaran tersebut, lanjutnya, sebagian besar tersedot untuk mengadakan rapat di hotel berbintang dan menggelar penilaian profil calon (profile assessment). Sedangkan tahap rekam jejak (track record) hanya untuk 7 orang peserta sehingga dananya lebih hemat. "Penggunaan anggaran sehemat mungkin dan berhasil," ujarnya. Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM sekaligus Ketua panitia seleksi Patrialis Akbar, secara resmi menyatakan Panitia Seleksi Pemilihan Pimpinan KPK, berakhir hari ini. Panitia seleksi menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Presiden. Setelah Presiden menyerahkan dua nama calon ke Komisi Hukum DPR, maka DPR wajib memilih satu nama. "Tugas kita hanya menyiapkan calonnya saja. Kalau cuma satu tahun tidak apa-apa," kata dia. Patrialis menilai dua orang kandidat pimpinan KPK adalah sosok yang tepat memimpin komisi antikorupsi. Keduanya memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai. "Hingga sampai hari ini tidak ada satu cemoohan pun kepada kita, bahkan kekecewaan tidak ada. Umumnya masyarakat memberikan apresiasi cukup baik," pungkasnya. Editor: HARLES SILITONGA (dat09/tempo) |




JAKARTA - Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghasilkan dua nama, yaitu Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas telah menghabiskan anggaran sekira Rp2 miliar. Bahkan, menurut anggota panitia seleksi, M H Ritonga, anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp2,5 miliar.
Comments