|
Wednesday, 17 November 2010 16:08 |
|
|
|
|
|
Analis: Kapolri gagal
|
|
Warta
|
|
WASPADA ONLINE
JAKARTA - Kasus plesiran terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan membuktikan kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo gagal membina anak buahnya.
"Publik menganggap Kapolri gagal melakukan pengawasan terhadap anak buahnya," kata analis Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, hari ini.
Menurut dia, kasus suap yang dilakukan Gayus terhadap petugas rumah tahanan di Mako Brimob jelas mencoreng citra Kapolri yang belum lama menjabat.
Untuk itu ujarnya, kasus Gayus Tambunan lebih baik diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kredibilitas kepolisian dipertanyakan publik.
"Dengan terungkapnya Gayus plesiran ke Bali menyebabkan kredibilitas Polri tercoreng di mata publik. Kepolisian harus `legowo` menyerahkan kasus tersebut kepada KPK," katanya.
Burhanuddin mengatakan, adanya spekulasi tentang keluarnya Gayus Tambunan dari rumah tahanan harus dibuktikan dengan data-data empiris, seperti berbagai spekulasi yang berkembang saat ini.
"Spekulasi-spekulasi ini harus dibuktikan. Polri harus segera mengungkap kasus tersebut," katanya. Editor: HARLES SILITONGA (dat03/antara)
|
Comments