|
WASPADA ONLINE JAKARTA - Terorisme merupakan gerakan politik berwajah kekerasan. Karena itu, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan bahwa terorisme tidak memiliki kaitan dengan politik dan agama, jelas keliru dan bisa menyesatkan. Pandangan ini dikemukakan oleh Al Chaidar, analis politik Islam dari Universitas Malikussaleh Aceh. Menurutnya, pernyataan Presiden itu keliru dan maksudnya untuk melokalisasi agar teroris tak bisa lagi memakai ranah agama.
“Namun, justru pernyataan SBY itu menjadi blunder karena kenyataannya agama dan politik menyatu dalam gerakan terorisme di Indonesia,’’ kata Al Chaidar. Tidak mengherankan jika pernyataan Presiden SBY itu dinilai sebagai pembodohan terhadap rakyat.
"Saya tidak pernah membawa masalah terorisme ke arena politik karena bukan politik dan kita tidak bisa kaitkan terorisme dengan agama karena bukan ajaran agama. Terorisme adalah kejahatan," kata Presiden SBY, tadi malam.
Dalam kaitan ini, penangkapan Abu Bakar Baasyir oleh polisi telah menjadi perhatian publik dan dunia internasional. Dan tampaknya, kata Al Chaidar, Presiden SBY mencoba meminimalisasi dan melokalisasi cakupan terorisme supaya dipisahkan dari agama dan politik.
‘’Faktanya, justru kaum teroris menggunakan agama dan politik sekaligus untuk melancarkan gerakan. Agama dipakai sebagai sandaran legitimasi spiritual agar mendapat dukungan masyakarakat tertentu, sedangkan politik berupa kekerasan menjadi cara, yakni menghalalkan segala cara,’’ katanya.
Polisi harus bisa membuktikan bahwa Baasyir memang terlibat aksi teroris. Ustadz berusia 72 di ditangkap bukan berdasarkan niat politis, sebagaimana Presiden SBY katakan itu. Jika polisi gagal, maka Presiden SBY bakal terkena dampak negatif.
Misalnya, penangkapan Baasyir itu dianggap sebagai pesanan Amerika Serikat kepada pemerintah Indonesia. ‘’Inilah tantangan polisi dan pemerintah untuk membuktikan bahwa Abu Bakar Baasyir memang bersalah,’’ kata analis politik dari UIN Jakarta, Nanang Tahqiq. Editor: IMANIURI SILABAN(dat02/wol/ini) WARTA KARTUN HARI INI
|
Comments