Wednesday, 11 August 2010 16:13    PDF Print E-mail
Bibit: Dengarkan, biar terungkap dalangnya
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Nama sensitif dikabarkan muncul dalam rekaman percakapan antara tersangka Ary Muladi dengan Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja. Menanggapi itu, KPK menegaskan agar rekaman itu segera diperdengarkan untuk mengungkap siapa dalang di balik kasus ini.

"Kalau memang ada rekaman atau CDR-nya ya disampaikan saja biar terbuka siapa sebenarnya yang berada di balik ini semua," tegas Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Riyanto, Rabu (11/8).

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Golkar, Bambang Soesatyo menyebut, rekaman pembicaraan Ade-Ary sebenarnya ada namun sengaja dihilangkan karena menyebut nama (orang) sensitif. Namun Bambang enggan mengungkap siapa nama yang dimaksud, dia hanya menjelaskan, bukan Kapolri.

KPK sendiri tidak mau berpolemik soal siapa nama sensitif yang dimaksud ada di rekaman. Sebaliknya, dia mengatakan, hal itu justru semakin menegaskan bahwa perkara yang dituduhkan ke dirinya dan pimpinan KPK lainnya, Chandra M Hamzah adalah rekayasa.

"Kasus ini rekayasa karena KPK dianggap tidak terkendali. Jadi kalau memang ada ya dibuka saja," sambung Bibit lagi.

Siapa nama sensitif yang dimaksud Bambang semakin menambah panjang misteri, karena keberadaan rekaman itu pun juga masih misteri. Buktinya, Mabes Polri ternyata hanya memberikan CDR (Call Data Record) bukan rekaman.

Sekedar mengingatkan, dalam rekaman percakapan Anggodo Widjojo dengan sejumlah pihak, baik kerabat maupun aparat penegak hukum, baru diketahui ketika diputar ada mencatut nama Presiden SBY yang kerap disebut RI 1.

Editor: FAZARIS TANTI
(dat08/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment