Tuesday, 10 August 2010 20:02    PDF Print E-mail
Ray Rangkuti: SBY jatuhkan citra Indonesia
Ragam
IMANIURI SILABAN
Asisten Pemimpin Redaksi
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sabtu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dirinya menjadi salah satu sasaran teroris ketika mengadakan kunjungan ke Jawa Barat. Hal ini menimbulkan perbincangan di masyarakat.

Berikut adalah petikan wawancara Waspada Online dengan direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti:

Bagaimana tanggapan Anda terhadap ungkapan Presiden tersebut?
Ini bukan kali pertama SBY mengatakan dirinya menjadi sasaran teroris. Jika dianalisa, ada beberapa faktor yang malatarbelakangi keluarnya pernyataan tersebut dari Presiden. Ini adalah upaya pencitraan baru SBY. Bagi saya, ini sudah menjadi bagian dari SBY yang ingin memperbaharui citranya.

Pencitraan yang bagaimana menurut Anda?
Ini merupakan teknik lama SBY yang digunakan pada Pemilihan Umum 2004 lalu Dengan menjadi sasaran teroris, SBY ingin menunjukkan dirinya adalah korban. Dengan demikian, ia bisa menarik simpati publik. Ini teknik lama SBY. Selain itu, ini adalah upaya pengalihan masalah dari teror yang menyerang masyarakat, seperti ledakan gas, kerusushan dimana-mana, politik yang amburadul, bensin oplosan, kemacetan, kemiskinan, naiknya harga barang-barang menjelang Ramadhan.

Selain itu, apalagi faktor yang melatarbelakangi keluarnya ungkapan tersebut?

Presiden menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemimpinnya adalah sosok yang egois. Karena kalau dia yang dapat ancaman, langsung dibeberkan. Sedangkan kalau rakyat yang diserang teroris ledakan gas, pemadaman PLN, dan sebagainya, dia (Presiden) tidak banyak bicara. Ini semua pencitraan, seolah-olah ancaman yang diterima Presiden adalah ancaman bagi bangsa. Padahal selama ini teroris lebih banyak dikenal menyerang simbol-simbol negara dan agen asing, seperti hotel, mall, bukan malah pemimpin. Selama ini SBY juga dikenal sosok yang dekat dengan kelompok Islam, sehingga sangat sulit dipercaya jika dirinya menjadi salah satu sasaran teroris.

Berarti bisa dibilang, ungkapan tersebut tidak pantas dikeluarkan oleh Presiden?
Dalam perspektif SBY, kemungkinan dia tidak merasa bahwa apa yang dia lakukan bukan hal yang salah karena ia menganggap ancaman terhadap dirinya adalah hal yang bisa mengancam kedaulatan negara. Tapi dalam perspektif saya dan masyarakat lainnya, ungkapan tersebut adalah tindakan yang ceroboh karena menganggu upaya kita untuk memberantas teroris. Pihak asing yang mulai percaya dengan pemberantasan teroris akan menganggap teroris masih ada.

Apa efek yang akan diterima Indonesia akibat pernyataan Presiden ini?

Pernyataan Presiden itu juga menjatuhkan posisi Indonesia di mata dunia internasional. Indonesia bukan negara yang aman karena teroris belum bisa diberantas. Efek ke depannya, investasi tidak akan berkembang karena pihak asing takut denga teroris. Wisatawan asing juga tidak akan mau berkunjung lagi ke Indonesia. Tidak akan ada lagi turis ke Danau Toba, Brastagi dan tempat-tempat wisata lainnya. Pernyataan Presiden itu juga kontraproduktif. Selama lebih kurang enam bulan, publik berusaha menyakinkan masyarakat internasional bahwa Indonesia adalah negara yang aman, dan hal itu malah dimentahkan oleh pernyataan Presiden minggu lalu.
(dat03/wol-mdn)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment