|
||||
| Masa punya Syamsul bukan rakyat |
| Ragam |
AVIAN TUMENGKOL MEDAN - Tidak lama lagi, hampir tiga juta penduduk Medan akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Kota Medan untuk periode 2010-2015. Ada sepuluh pasangan calon walikota yang akan main.Dari 10 pasangan calon, banyak kalangan yang menilai tak satu pun paten untuk membangun kota ini seusai dengan harapan masyarakatnya. Beberapa diantaranya hanya 'iseng-iseng berhadiah' mengikuti Pilkada tahun ini, dengan tujuan untuk mensosialisasikan diri, bukan untuk menang. Investasi untuk popularitas masa depan, itulah alasan beberapa calon, menurut saya. Calon lainnya, memang ada yang cukup paten. Tapi mereka tidak didukung oleh Syamsul Arifin, gubernur Sumatera Utara yang banyak memegang andil atas sosok yang akan memimpin Medan kali ini. Sayangnya, jagoannya Syamsul kurang disukai masyarakat. Salah satu alasan karena memang sosok itu, belum pernah dikenal sebelumnya, dan datang ke Medan tiba-tiba dari Tapanuli Selatan, sebagai orang dekatnya Syamsul. Syamsul percaya orang ini karena dinilai punya loyalitas, dan bisa mendatangkan bisnis atau uang atau keuntungan materi bagi Syamsul. Namanya Rahudman Harahap. Hasil Pilkada Medan tahun ini sebenarnya sudah bisa diprediksi siapa pemenangnya, tentu dengan andil Syamsul dari banyak sisi dan sudut. Demokrasi rakyat bagi masyarakat Medan tidak terlalu menjadi pesta karena memang sudah 'distel' siapa yang akan muncul sebagai walikota-terpilih. Entah berapa kali Syamsul sindir nama Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin sebagai calon ideal. Sindiran-sindiran itu dilakukannya dihadapan, khususnya, para pegawai negeri sipil (PNS) jajaran Medan. Padahal sebelumnya, Rahudman dan Eldin bukan pasangan yang pernah terfikir akan saling bergandengan karena keduanya akan menjadi rival. Selain itu, hubungan antar keduanya tidak harmonis, sebenarnya. Tapi ketidakakuran itu, pada akhirnya, 'distel' oleh Syamsul. Sepuluh pasangan yang akan bertarung adalah Syahrial Anas-Yahya Sumardi, Sigit Pramono-Nurlisa Ginting, Indra Sakti Harahap-Delyuzar, Joko Susilo-Amir Mirza, Bahdin Nur Tanjung-Kasim Siyo, Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin, Arif Nasution-Supratikno, Maulana Pohan-Ahmad Arif, Ajib Shah-Binsar Situmorang, Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Rahudman dan Sigit akan bertarung ketat, sementara Sofyan dan Maulana berpotensi menjadi ancaman. (dat04/wol-mdn) |




MEDAN - Tidak lama lagi, hampir tiga juta penduduk Medan akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Kota Medan untuk periode 2010-2015. Ada sepuluh pasangan calon walikota yang akan main.
Comments