Saturday, 03 July 2010 22:39    PDF Print E-mail
Lampu aromaterapi dari kulit kayu manis tembus pasar internasional
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE
 
BONDOWOSO – Selain sering digunakan sebagai bahan makanan dan penambah cita rasa kuliner, kayu manis ternyata memiliki nilai bisnis yang cukup berpotensi, selain dari segi kuliner. Seorang pengrajin dari Bondowoso, Jawa Timur, dapat meraup keuntungan yang tidak sedikit dari bisnisnya membuat kerajinan lampu hias dengan bahan kulit kayu manis.
 
Cara pembuatan lampu hias dengan kulit kayu manis tidak terlalu sulit. Kulit kayu manis tinggal dipotong dan direkatkan dengan rangkaian kawat dan mika yang telah dibentuk sebelumnya sesuai selera dan pesanan. Uniknya, lampu hias ciptaan pengusaha bernama Frans ini juga sekaligus memiliki fungsi sebagai aromaterapi. Semakin lama lampu dihidupkan, aromaterapi semakin menyengat dan lampu aromaterapi tersebut mampu bertahan hingga bertahun-tahun.
 
Penjualan lampu hias aromaterapi Frans ini tidak hanya meliputi kawasan Situbondo, melainkan telah merambah ke berbagai kota lain seperti Jogjakarta, Bandung, Kepulauan Riau dan Batam. Bahkan negara-negara di Eropa seperti Belanda juga telah memesan lampu aromaterapi ini. Harga yang dipatok untuk lampu hias Frans bervariasi, mulai dari Rp 160.000 hingga Rp 600.000. Dari usahanya ini, Frans mampu mendapat hasil penjualan hingga Rp 65 juta, dengan laba bersih Rp 20 juta per bulan.  

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat07/wol-mdn/dita)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment