Saturday, 15 May 2010 08:14    PDF Print E-mail
Jenderal pendukung pengunjuk rasa di Bangkok di tembak
Warta
WASPADA ONLINE

BANGKOK - Seorang jenderal yang membangkang di Thailand dan bersekutu dengan kelompok "Kaos Merah" yang anti pemerintah ditembak dan menderita luka-luka serius di Bangkok tempat bentrokan-bentrokan pecah antara tentara dan pengunjuk rasa.
   
Suara-suara tembakan dan serangkaian ledakan keras terdengar dekat dengan posisi kelompok anti pemerintah di jantung ibukota Thailand yang dikuasai ribuan pengunjuk rasa.
   
Mayor Jenderal Khattiya Sawasdipol, seorang tokoh kunci dalam gerakan protes itu, ditembak pada bagian kepalanya ketika ia sedang diwawancarai seorang wartawan surat kabar dekat pusat unjuk rasa tersebut. Seorang pengunjuk rasa ditembak di bagian kepala di sudut lain kota Bangkok tempat tentara melepaskan tembakan terhadap para pengunjuk rasa yang bergerak maju, demikian seorang wartawan AFP melaporkan.
   
Beberapa jam sebelumnya Angkatan Darat Thailand memperingatkan pihaknya akan menempatkan petembak jitu di kawasan tersebut sekitar tempat protes sebagai usaha untuk mencegah para pengunjuk lain masuk ke kawasan itu.
   
Salah seorang pembantu Khattiya mengatakan kepada AFP melalui telepon dari rumah sakit bahwa ia diyakini telah ditembak oleh seorang petembak jitu, tapi belum ada konfirmasi sejauh ini.
   
Tentara yang membangkang itu ditembak di bagian pelipis kanannya dan sedang menjalani operasi di unit gawat darurat, kata seorang juru bicara pusat darurat Erawan seraya menambahkan sedikitnya seorang lagi cedera.
   
Jenderal yang dituding Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva berusaha mencegah diakhirinya unjuk rasa di jalan raya, secara terbuka mendorong kelompok "Kaos Merah" menentang kesepakatan rekonsiliasi. "Penting bagi saya untuk di sini. Siapa saja ada di sini karena Seh Daeng berada di sini," katanya kepada AFP sebelum peristiwa itu dalam wawancara di sekitar tempat unjuk rasa.
   
Dengan menggunakan sejumlah pin granat di topi hutannya dan sebilah pisau di pinggangnya, Seh Daeng secara teratur memeriksa penjagaan kelompok "Kaos Merah" di kawasan unjuk rasa itu yang telah dipasangi penghalang yang terbuat dari kawat berduri, ban bekas dan bambu runcing.
   
Bentrokan-bentrokan terjadi setelah PM Abhisit menawarkan pemilu pada November dan harapan-harapan untuk rekonsiliasi sirna. Krisis yang telah berlangsung dua bulan itu memicu kekerasan. Sebanyak 29 orang meninggal dan seribu orang luka-luka.
   
Seorang juru bicara Angkatan Darat mengatakan sebelumnya tentara akan mengepung kawasan yang berada di jantung kota Bangkok dengan kendaraan lapis baja dan para pengunjuk rasa diizinkan meninggalkannya tetapi tidak boleh masuk kawasan itu. "Para petembak jitu akan dikerahkan," kata jubir itu Kolonel Sunsern Kaewkumnerd setelah mengeluarkan serangkaian peringatan keras kepada para pengunjuk rasa dalam beberapa pekan terakhir.
   
Menurut dia, para serdadu akan diizinkan menggunakan peluru tajam untuk tembakan peringatan, bela diri dan terhadap "teroris bersenjata," walaupun pemerintah tidak mengumumkan rencana baru untuk membubarkan pengunjuk rasa secara paksa.

Editor: FAZARIS TANTI
(dat02/ann)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment