Wednesday, 21 April 2010 23:43    PDF Print E-mail
Hari Kartini ditandai tingginya kematian ibu
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Yuliani Paris menyatakan prihatin hari Kartini pada 21 April 2010, masih ditandai tingginya angka kematian ibu di Indonesia, bahkan tertinggi di Asia Tenggara.

"Datanya jelas menunjukkan demikian. Belum lagi masih banyak perempuan yang lulus SD, tapi tidak dapat melanjutkan ke SMP, yakni sekitar 60 persen," ungkap Andi, malam ini.

Dikatakan Andi, yang lebih memperihatinkan lagi, semakin banyaknya perempuan di Indonesia yang terjangkit HIV/Aids. Selain itu, meningkatnya kekerasan fisik kepada perempuan di dalam rumah tangga dan seterusnya.

Potret keprihatinan perempuan Indonesia di 130 tahun perayaan Hari Kartini, menurutnya, makin diperburuk fakta, 35 juta rakyat Indonesia yang miskin, kebanyakan terdiri dari kaum wanita.

Dari kenyataan itu, dirinya memastikan, ibu Kartini pasti akan menangis melihat kaum perempuan Indonesia masa kini.

"Walaupun angka perempuan (jadi) anggota DPR RI meningkat, tetapi itu menjadi bukan kebanggaan, di saat 'gender index' dan 'human development index' kita masih di urutan 111 dari 182 negara," katanya.

Di hari Kartini juga, katanya, terlihat fakta, presentase anggaran di APBN maupun APBD untuk peningkatan status sosial perempuan masih sekitar tiga persen.

"Lalu, dengan kondisi sebegini, gimana perempuan mau maju? Belum lagi kalau bicara perempuan miskin yang tidak pernah tersentuh dana dari APBD. Pokoknya masih perlu perjuangan beratlah," pungkasnya.

Editor:HERU SUSILO PRAYETNO
(dat03/ann)


Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment