Monday, 12 April 2010 23:23    PDF Print E-mail
SJ, siapa yang berani?
Ragam
AVIAN TUMENGKOL

JAKARTA – Pengalihan isu belakangan ini menjadi pemikiran kuat banyak kalangan, terindikasi dari upaya-upaya mengalihkan fokus dan perhatian masyarakat dari kasus Bank Century. Kasus ini dinilai oleh banyak analis bakal menyeret nama-nama besar, termasuk Boediono, pendamping Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lima tahun ke depan. Beberapa jenderal juga terlibat?

Yudhoyono atau SBY, dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga pencitraan dirinya di depan publik.  SBY, bahkan, menghabiskan miliaran rupiah untuk menjalankan strategi pencitraan ini, melalui Fox Indonesia.

Kasus demi kasus, mulai dari Century ke Susno Duadji, penyergapan teroris beberapa hari sebelum kunjungan Obama yang batal yang aklhirnya fokus kembali ke Susno vs Mabes Polri, lalu ke Gayus yang kemudian berlanjut ke Dirjen Pajak, menjadi fokus utama pemberitaan media di Indonesia. Lalu tiba-tiba muncul inisial BA, yang saat ini sudah diamankan aparat.

Tidak berhenti disitu saja. Ada pula inisial SJ, yang menurut Polri, nama itu tiba-tiba muncul. Padahal, dari hasil pemeriksaan kedua jenderal polisi mantan anggota Bareskrim dibawah pimpinan Susno, inisial SJ itu tidak pernah tersebut. Sampai saat ini, belum ada media yang berhasil mengungkap siapa sosok SJ yang sebenarnya.

Belum berhasil? Mungkin lebih tepatnya, belum berani.

Sejak munculnya inisial SJ, meski Mabes Polri secara tegas meyakinkan publik melalui media bahwa inisial itu tidak relevan, manuver-manuver yang dilakukan pihak kepolisian tampak tergesa-gesa. Dari awal Susno menyebutkan beberapa inisial, semuanya langsung mendapatkan perhatian khusus sehingga ditindakanjuti oleh Polri. Salah satu diantaranya dicopot dari jabatan Kapolda.

Namun, inisial SJ, sampai saat ini masih belum mendapatkan perhatian Polri. Dicari tidak, diperiksa tidak. Bahkan, Polri sepertinya berusaha agar media tidak mem-blowup sosok ini.

Baru-baru ini, Susno mengadakan pertemuan tertutup dengan DPR RI. Meski media dilarang meliput, ada informasi yang menyebutkan bahwa Susno membeberkan skenario besar yang dimilikinya. Bisa saja skenario itu bocor ke pihak petinggi kepolisian sehingga hari ini, Susno Duadji ditangkap oleh Provos Mabes Polri di toilet bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, Susno berencana ke Singapura untuk berobat, menurut pengakuannya ke Metro TV, yang menyiarkan SMS yang diterima langsung dari Susno.

Banyak kalangan yang menyayangkan penangkapan itu karena dianggap melanggar hukum. Namun ada juga yang senang, salah satunya Ruhut Sitompul, politisi dari Partai Demokrat yang dikenal bicara tanpa basa-basi.

Menurut pengacara Susno, penangkapan itu salah. “Prinsip penangkapan hanya kepada orang yang diduga keras melakaukan tindak pidak berdasarkan bukti nyata,” kata Henry Yosodiningrat. Padahal ini pelanggaran kode etik profesi, katanya.

“Polri jangan sembarangan, suka-sukanya sendiri mentang-mentang ini urusan internal. Yang dilakukan Susno itu demi kebaikan bangsa,” Henry mengatakan dengan nada tegas.

Analis politik nasional, Bachtiar Ali, juga sependapat. “Saya sepakat dengan pak Henry. Paling banter teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, atau penundaan penempatan karena ini statusnya pelanggaran disiplin anggota Polri, bukan tindak pidana,” katanya.

Setelah pemeriksaan berlangsung selama lima jam, dengan lima pertanyaan, menurut Susno sendiri, jenderal bintang tiga ini dibebaskan. A five-hour roller coaster ride indeed..

Lalu kemana fokus pemberitaan media kedepan? Kasus Century dan substansi-substansinya yang sejak awal menjadi fokus mainstream media, bakal pudarkah? Mungkin Susno akan kembali menjadi sorotan utama media selama beberapa hari kedepan.

Bagaimana dengan inisial SJ?

Menurut sumber di jajaran intelijen, justru sosok SJ inilah, yang sangat menentukan untuk membongkar skandal-skandal dan penyimpangan-penyimpangan yang selama ini terjadi di tubuh Mabes Polri. Inisial SJ ini sangat dekat hubungannya dengan beberapa jenderal Polri bintang tiga dan empat, dekat dengan jabatan Kapolri dan Wakapolri.

Sumber ini menceritakan peran dan kiprah SJ di lingkungan para jenderal Polri itu. Sangat berpengaruh. Disebut pula bahwa ketika Susno mendapatkan jabatan Kapolda Jawa Barat, SJ sangat berperan.

Setelah ditelurusi, seorang jenderal bintang satu mengakui bahwa SJ pernah bekerja di jajaran pimpinan Polri sebagai staf ahli. Meski mengaku SJ tidak pernah menjadi makelar kasus atau markus, namun diakui bahwa “SJ memang staf ahli Bareskrim Polri” dari tahun 2006-2008.

Saat itu, Sutanto menjabat Kapolri dan Makbul Padmanegara wakilnya. Dan SBY sebagai Presiden.

“SJ banyak berjasa di Polri. Dia sangat berdedikasi membantu dan mempermudah Polri dengan jaringan luar negeri,” kata Brigjen Indradi Thanos, mantan direktur narkoba Bareskrim Mabes Polri, baru-baru ini.

Menurut Komisi Polisi Nasional, SJ bahkan sudah ditemui pihak kepolisian RI di Australia. "Iya betul, saya memang dengar SJ diperiksa. Katanya di Australia bukan di Indonesia," kata Adnan Pandu Praja, anggota Kompolnas.

Sementara politisi Partai Amanat Nasional, Bara Hasibuan, mengatakan bahwa kasus-kasus yang bermunculan selama ini bukan pengalihan isu karena “itu semua tidak ada kaitannya dan kasus Gayus muncul karena Susno sakit hati,” analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Ahmad Taufan Damanik, mengatakan bahwa  "kasus Gayus merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengalihkan kasus Century supaya masyarakat lupa".

Setibanya Susno Duadji di rumahnya setelah kembali dari pemeriksaan Propam, dia mengaku bahwa penangkapan dirinya “atas perintah Kapolri”. Saat ini Kapolri dijabat oleh Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Sedangkan nama-nama lain yang muncul terkait inisial SJ adalah mantan Kapolri yang saat ini menjabat Kepala Badan Intelijen Negara, Sutanto, mantan Wakapolri, Makbul Padmanegara, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga jenderal purnawirawan. Kasus Century yang melibatkan nama Boediono, wakilnya SBY saat ini, muncul disaat Susno menjabat Kabareskrim.

Inisial SJ, sosok yang juga disebut pernah bekerja di Departement Luar Negeri RI dan berperan di kalangan hukum, belum mendapatkan sorotan media secara mendalam, secara fokus. Inisial SJ ini sangat dekat kaitannya dengan beberapa nama besar elit pemerintah, jika dihubungkan dengan kasus Century dan Gayus atau penggelepan pajak.

Ketika diwawancara Yohana Margaretha dari Metro TV, Susno mengucapkan “terima kasih banyak kepada rekan-rekan jurnalis, khususnya Metro (TV, red) karena mendapatkan gambar saya yang disaksikan publik”.

Sementara Susno memuji media, kasus Century saat ini jelas hilang dari sorotan karena adanya kasus Gayus. Hilangnya sorotan media dari kasus Gayus, tentu, akan mengalihkan fokus dari nama-nama elit pemerintah itu. Dan tidak menutup kemungkinan dengan terbongkarnya kasus Gayus, nama-nama besar itu akan ikut terseret pula.

Hasil akhir akan melibatkan orang-orang dekat SBY sekaligus mencemarkan, mencederai, dan menjatuhkan citra sang Presiden, karena terlibat dalam salah satu kasus besar selama sejarah Indonesia.

Dengan demikian, inisial SJ, menjadi menarik untuk ditelusuri lebih mendalam, sejauh mana keterlibatan dan perannya dalam kasus penggelapan pajak ini. Dan yang terpenting, sejauh mana nama-nama besar elit pemerintah itu, akan terlibat. Bukan pencitraan SBY, yang terpenting.

Pengalihan isu? Peran media berpengaruh untuk menentukan..
(dat04/wol-mdn)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment