|
Warta -
Medan
|
|
WAHYU HIDAYAT WASPADA ONLINE MEDAN - Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Tony Djubiantono mendukung penuh terhadap upaya Pusat Study Ilmu Sosial dan Sejarah Universitas Ngeri Medan (Pussis-Unimed) dalam mengembangkan museum situs kota China apalagi dengan dijadikannya sebagai pusat pembelajaran sejarah dan arkeologi yang melibatkan pelajar-pelajar di Medan dan Sumatera Utara.
“Saya menyambut baik atas upaya dan kebijakan yang dilakukan Pussis-Unimed untuk menggali dan melakukan penelitian berkelanjutan di kota Cina dengan melibatkan para mahasiswa,” kata Tony.
Tony mengemukakan, sejumlah upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pussis-Unimed terutama untuk menyelamatkan situs kota China merupakan suatu yang pantas diacungkan jempol.
“Kebanggaan saya adalah Pussis-Unimed telah menjadikan situs Kota Cina sebagai destinasi wisata sejarah dan menjadikan situs Kota Cina sebagai lahan praktek mata kuliah Arkeologi pada mahasiswa,” katanya, kepada Waspada Online, malam ini.
Menurutnya, hal-hal semacam yang dilakukan oleh Pussis-Unimed adalah upaya untuk penyelamatan situs yang patut diapresiasi. Apa yang sudah dilakukan oleh Pussis-Unimed sekarang ini semoga akan tetap dilanjutkan dimasa-masa akan datang secara berkelanjutan terutama dalam membenahi museum situs kota Cina.
“Pada intinya saya mengapresiasi terhadap upaya Pussis-Unimed ditengah-tengah terbatasnya jangkauan Balai Arkeologi. Strategi yang dilakukan oleh Pussis-Unimed patut dicontoh oleh instansi lain dalam upaya menyelamatkan situs sejarah khususnya di Sumut,” pungkasnya. Editor: HERU SUSILO PRAYETNO (dat03/wol-mdn)
|
Comments