|
Ekonomi & Bisnis -
Bisnis
|
|
WASPADA ONLINE JAKARTA - Produk alas kaki tidak bermerek, murah dan untuk konsumen menengah ke bawah dipastikan akan tergerus oleh produk sejenis asal China.
Ketua umum asosiasi persepatuan Indonesia (Aprisindo), Eddy Widjanarko mengatakan Indonesia merupakan produsen sepatu jenis sport terbesar kedua dan terbesar ketiga untuk jenis kulit. Namun, jika produk alasa kaki yang tidak bermerek, dipastikan akan kalah bersaing dengan produk asal Negeri Tirai Bambu yang jauh lebih murah dan bervariasi.
“Sepatu yang tidak bermerek sangat rentan dengan pelaksanaan Asean-China FTA. Contoh saja jenis Crock asal China dijual dengan harga Rp30.000 per pasang dan sekali masuk [pelabuhan Indonesia] mencapai 40 kontainer,” ujarnya, hari ini.
Dia menekankan jika pelaku ritel bekerja sama dengan kompak dengan menggunakan produk lokal, dapat menangkis serbuan produk impor asal China.
Menurut dia, untuk mengatasi dampak serbuan produk alas kaki kualitas menengah bawah yang diimpor dari China, maka perlu campur tangan pemerintah untuk mengatasi dampak tersebut.
Dirjen kerja sama perdagangan internasional, Gusmardi Bustami mengatakan pemerintah bertugas mengamankan pasar domestik dan terus mencari pasar ekspor guna meningkatkan dan memasarkan produk lokal ke pasar dunia.
Jika Indonesia bersikap proteksionisme, akan dibalas negara lain yang dapat berakibat pada sulitnya memperluas pasar ekspor, sehingga dapat mengganggu industri dalam negeri.
Anshari Bukhori, dirjen industri mesin, logam, mesin, tekstil aneka kementrian perindustrian, mengatakan kerja sama perdagangan bebas dengan China harus mampu meningkatkan pasar ekspor Indonesia, tetapi juga harus mengamankan pasar domestik.
Editor : ANGGRAINI LUBIS (dat03/bi)
|
Comments