|
||||
| DPR siap buat hak angket anti FTA |
| Warta - Nasional & Politik |
|
WASPADA ONLINE JAKARTA - Tak ingin kalah dengan Bank Century, polemik perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) juga akan membuahkan hak angket. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengakui, inisiatif tersebut tinggal menunggu realisasi. "Pimpinan DPR (Marzuki Alie) dalam pidato sidang paripurna tutup tahun tanggal 4 Desember, sudah menghimbau agar FTA benar-benar dipertimbangkan ulang," kata Hendrawan usai diskusi Trijaya di Jakarta, malam ini. Bahkan, kata dia, Ketua DPR RI telah melayangkan surat ke masing-masing departemen terkait perihal rencana pembentukan hak angket anti FTA. Selain itu, Hendrawan berharap pemerintah lebih dahulu membicarakan dengan anggota dewan sebelum melakukan inisiatif penandatanganan FTA selanjutnya. Saat ini, pemerintah memang tengah mematangkan konsep dan menyelesaikan studi kelayakan (feasibilty study) beberapa FTA bilateral baru, seperti dengan Australia - Selandia Baru dan kerja sama kemitraan dengan Pakistan. "Sebab selama ini, kami melihat FTA yang diteken pemerintah ternyata mengganggu kepentingan rakyat banyak dan asal diteken saja," ujarnya. Hendrawan menuturkan, globalisasi yang merupakan integrasi ekonomi antarnegara telah melahirkan konsekuensi, di antaranya berlakunya hukum satu harga, manusia dipaksa mengkonsumsi produk global dengan standar gaji lokal dan yang menang cenderung terus menang (the winner take all society). "Dalam setiap rapat kerja, kami sudah sampaikan ke Menteri Perdagangan, bagaimana kesiapan kita memasuki globalisasi. Kalau tidak ada strategi, buat apa kesepakatan dengan negara lain, karena saat berlaku ternyata malah kedodoran. Jadi seperti bonek, bondo nekat," kata dia. (dat01/vvn) |













Twitter



Comments