|
||||
| Jangan main-main dengan ancaman teror |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Mabes Polri memperingati dengan keras kepada seluruh anggota masyarakat untuk tidak main-main dengan isu teror. Ini terkait maraknya isu teror yang terjadi belakangan, seperti yang terjadi beberapa hari lalu, dimana rumah dinas Kapolri, Jalan Patimura Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sempat dikabarkan isu bom, lewat SMS."Terkait teror sms di rumah Kapolri (Jenderal Timur Pradopo), kepada masyarakat tidak boleh main-main lakukan ancaman lewat SMS, nanti bisa kena jeratan hukum. Mari kita menjaga kedamaian dan ketenangan masyarakat," ungkap Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, hari ini. Sebelumnya beredar SMS kalau rumah dinas Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diancam bom, Selasa (11/9) pukul 23.55 WIB lalu. Namun, kemarin, petugas dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, menangkap pelaku yang bernama Suhadi. Penangkapan ini terjadi setelah polisi mengetahui rumah pelaku. Suhaedi diketahui tinggal di sekitar Jalan H. Suhaemi No. 3, Sawangan, Depok. Petugas kemudian memperoleh informasi yang akurat bahwa keberadaan pelaku ada Jalan H. Mawi, Warujaya No. 73 Rt. 03/05 Parung, Bogor. Tanpa membuang waktu, polisi langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan. Dari kartu identitasnya, pelaku diketahui bernama Suhadi, 47 tahun, alamat Jalan Bunga Melati Rt. 002/002 Kelurahan Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. (dat06/rmol) |




JAKARTA - Mabes Polri memperingati dengan keras kepada seluruh anggota masyarakat untuk tidak main-main dengan isu teror. Ini terkait maraknya isu teror yang terjadi belakangan, seperti yang terjadi beberapa hari lalu, dimana rumah dinas Kapolri, Jalan Patimura Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sempat dikabarkan isu bom, lewat SMS.
Comments