|
||||
| Apindo optimis ekspor nonmigas meningkat 2012 |
| Ekonomi & Bisnis |
|
WASPADA ONLINE "Keyakinan masih akan naiknya devisa Sumut dari ekspor nonmigas di 2012 itu mengacu pada prakiraan pulihnya kembali harga jual berbagai komoditas unggulan yakni CPO, karet dan kopi yang dewasa ini tren melemah," kata Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba di Medan, hari ini. Perhitungan naiknya harga komoditas unggulan itu dengan perkiraan permintaan akan meningkat ditengah produksi yang semakin ketat. "Mudah-mudahan perhitungan itu tidak meleset sehingga devisa tahun ini naik lagi dari 2011 yang sudah sebesar 11,833 miliar dolar AS," katanya. Pengusaha Sumut sendiri, kata Parlindungan, dewasa ini sedang berupaya meningkatkan ekspor dengan cara memperluas pasar ditengah melemahnya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa yang masih belum pulih 100 persen dari krisis ekonominya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, mengakui nilai ekspor Sumut pada kuartal I turun 5,77 persen atau tinggal 3,494 miliar dolar AS dibandingkan periode sama tahun lalu yang sudah 3,708 miliar dolar AS. Penurunan ekspor itu dipicu melemahnya penerimaan devisa di April 2012. Nlai ekspor di April turun 11,84 persen atau tinggal 856,092 juta dolar AS dari posisi Maret yang sudah 971,10 juta dolar AS. Penurunan nilai ekspor di April itu antara lain disebabkan turunnya nilai devisa dari Lemak dan Minyak Hewan Nabati menjadi tinggal 308,365 juta dolar AS dari posisi Maret yang sudah 440,343 juta dolar AS. Nilai ekspor Sumut di 2011 sendiri sangat menggembirakan karena naik cukup besar dari 2011 yang masih 9,147 juta dolar AS. Pada golongan barang karet dan barang dari karet juga turun di April atau tinggal 217,100 juta dolar AS dari Maret yang senilai 218, 666 juta dolar AS. (dat06/antara) |




Comments