Friday, 25 February 2011 02:19    PDF Print E-mail
Copot 4 anggota KPUD Humbahas
Warta
WASPADA ONLINE

DOLOKSANGGUL - Pasca putusan hukum Pengadilan Negeri (PN) Tarutung, berbagai elemen masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Pijar Kedailan mendesak KPU Sumut segera mencopot empat anggota KPUD Humbang Hasundutan (Humbahas), terkait  tindak pemalsuan identitas atau kartu tanda penduduk (KTP).

Keempat anggota KPUD Humbahas itu, Cosmas Manalu, Agus Manullang, Arnol Sinaga, dan Frengki Manaek Sitorus. Kepada Arnol Sinaga dan Frengki Manaek Sitorus, PN Tarutung menjatuhkan  hukuman tiga bulan tiga hari pada tanggal 12 Februari 2010 lalu.

Sedangkan kepada Cosmas Manalu, Ketua KPUD Humbahas dan Agus Manullang dijatuhi hukuman dua bulan 25 hari oleh PN Tarutung pada 9 Februari 2011.  "Untuk itu, sudah selayaknya mereka diganti,” ujar Ketua LSM Pijar Keadilan Humbahas, Lambok Situmeang, tadi malam.

Kata Lambok, KPU Sumut seharusnya sudah mengganti keanggotaan mereka. KPU Sumut jangan ikut terjerumus pada sebuah tontonan penegakan hukum yang tidak adil. Ini harus segera diproses.

Lambok menegaskan, pihaknya segera menyurati KPU Sumut guna menindaklanjuti desakan tersebut. “Kita tidak menginginkan keanggotaan KPUD Humbahas ditempati oleh empat narapidana,” ujarnya.

Ketua KPU Sumut, Irham Buana Nasution, menyatakan pihaknya hingga kini belum menerima surat desakan LSM Pijar Keadilan Humbahas. Tetapi menyangkut PAW keanggotaan KPUD ada prosedurnya sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

“Jika ancaman hukumannya lima tahun ke atas maka secara aturan yang berlaku di lingkungan KPU sudah dilakukan pengganti Antar Waktu (PAW). Begitupun, kita masih menunggu perkembangannya,” ujar Irham.
 
Irham menambahkan, terkait kasus Cosmas Manalu dan Agus Manullang, pihaknya masih menunggu upaya hukum banding dari kedua terpidana itu. Tampaknya putusan PN Tarutung terhadap Ketua KPUD Humbahas Cosmas Manalu dan Agus belum berkekuatan hukum tetap.

Cosmas dan Agus didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri tarutung, J Zebua dan B Nababan melanggar memiliki Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 pasal  97 tentang identitas ganda.

Dalam dakwaan JPU tersebut, Cosmas diketahui terdaftar sebagai penduduk dan sebagai pemilih di Gang Beringin, Gaperta Ujung, Medan Helvetia, dan terdaftar pula sebagai penduduk dengan memiliki KTP di Desa Pasaribu, Kecamatan Doloksanggul.

Selain kependudukannya terdaftar di dua tempat yang berbeda, terdakwa juga memiliki tempat tanggal lahir berbeda. Di KTP, terdaftar tempat lahir di Dolok Sanggul, sedangkan di ijazah terdaftar tempat lahirnya di Sosor Napa.

Berdasarkan identitas palsu itu, Cosmas melamar jadi anggota KPU Humbang Hasundutan untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah Kabupaten Humbang Hasundutan periode 2010-2016 dan terpilih sebagai ketua.

Vonis yang sama juga dijatuhkan kepada terdakwa Agus B Manullang. Terdakwa ditemui memiliki identitas di dua tempat yang berbeda yakni di Huta Toruan V, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Dan, sebelum masa berlaku KTP-nya habis, Agus kemudian memiliki status kependudukan di Desa Sosor Gonting, Kabupaten Humbang Hasundutan tanpa melampirkan surat pindah dari daerah semula.

Sidang perkara itu, dipimpin majelis hakim yang dipimpin Paul Belmando Pane dengan anggota Imelda dan Frans Manurung. Tuntutan JPU dalam perkara ini hanya empat bulan kurungan.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat04/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment