Thursday, 05 July 2012 15:04    PDF Print E-mail
Penabrak siswa Bodhicitta divonis 2 bulan
Warta - Medan
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Guru penabrak 18 siswa dan seorang pengajar di Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan, terdakwa Marini (22), akhirnya divonis dua bulan penjara, dipotong masa tahanan di Pengadilan Negeri Medan, hari ini.

Dalam persidangan yang diketuai Hakim Wahidin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Nasution menjerat terdakwa melakukan kelalaian dan melanggar Pasal 310 Ayat 3 Undang-Undang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Menurut kuasa hukum terdakwa, Sukiran, mengatakan, sebelumnya,  terdakwa dituntut empat bulan penjara, namun kini menjadi dua bulan penjara. “Hasil vonis ini, seharusnya pihak kami belum merasa puas, karena sudah ada perdamaian antara keluarga korban. Dalam insiden itu keluarga korban pun tidak keberatan, pihak sekolah juga sudah menyarankan agar terdakwa mengajar kembali,” jelas Sukiran.

Status terdakwa ditetapkan jaksa sebagai tahanan kota karena pada saat pelimpahan berkas tahap dua, tersangka mengalami depresi berat yang dikuatkan dengan diagnosis psikolog. Terdakwa dikenai wajib lapor setiap hari Selasa.

Pihak kejaksaan Negeri Medan, menetapkan status tahanan kota berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya, seluruh keluarga korban sudah berdamai dengan terdakwa.

Sebelumnya, mobil yang dikemudikan terdakwa warga Jalan Beo, menabrak 18 siswa saat senam pagi pada 2 Maret 2012 lalu.

Waktu itu, terdakwa akan memundurkan mobil miliknya, tiba-tiba mendengar jeritan tiga orang anak di belakang mobilnya. Panik, Mariani memajukan kembali mobilnya, naas malah menabrak puluhan anak lainnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment