Home / Fokus Redaksi / Rori, Otak Pelaku Pembunuhan Sadis di Sei Padang
Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz (kanan) menunjukan ketiga tersangka pelaku pembunuhan dan perampokan di Jalan Sei Padang saat gelar kasus di Polresta Medan, Minggu (25/10). Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku pembunuhan serta perampokan kakek, nenek dan cucu di Jalan Sei Padang beserta barang bukti hasil rampokan, dua diantaranya ditembak karena melawan saat ditangkap. (WOL Photo/Ega Ibra)

Rori, Otak Pelaku Pembunuhan Sadis di Sei Padang

MEDAN, WOL – Polisi memastikan motif pembunuhan sadis terhadap kakek, nenek dan cucunya di Jalan Sei Padang Ujung No.143, Medan Selayang murni perampokan.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mengatakan kepada Waspada Online, motif pembunuhan itu murni perampokan.

Dijelaskan, selain menghabisi nyawa tiga korbannya, Muktar Yacob (69), Nurhayati alias Yati alias Yatu (67) dan Andika (7) dengan menggorok lehernya, tersangka yakni Yoga, Rori dan Nanang, juga menggasak handphone, perhiasan dan uang korban.

Menurut pengakuan tersangka Yoga, aksi pembunuhan itu berawal dari pencurian kayu untuk membuat kandang ayam. Ketiganya mengambil kayu di belakang rumah korban, Jumat (23/10) siang.

Saat ketiga pelaku beraksi, korban  Nurhayati memergoki aksi mereka. Kalap karena tertangkap basah, tersangka Rori anak pembantu korban langsung mengejar korban Yati dan menikamnya dari belakang. “Setelah korban ditikam Rori dari belakang, langsung digoroknya leher korban hingga tewas di tempat,” jelas Yoga bercerita.

Diakui Yoga, otak pelaku dari pembunuhan itu adalah Rori. Saat pembunuhan terjadi, Yoga mengaku sudah berupaya untuk melarikan diri karena takut melihat peristiwa pembunuhan terhadap Yati. Namun Nanang dan Rori menghalanginya dan mengancam bunuh Yoga.

“Saat melihat pembunuhan itu saya sudah mau lari, tapi saya diancam. Anak kecil itu juga yang bunuh Rori. Padahal kami hanya mau mengambil kayu saja, karena ketahuan, Rori langsung menikam korban Yati dan Pak Muktar itu ikut Nanang menghabisi nyawanya,” sebut Yoga.

Diancam Hukuman Mati
Tiga tersangka pembuhanan sekeluarga Yakub Muchtar bersama Nurhayai alias Yati (suami-istri)  serta cucu mereka Andika (7) warga Jalan Sei Padang, Kecamatan Medan Sunggal diancam hukuman mati.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz K Dwihananto mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyidikan terhadap ketiga tersangka yakni Yoga (24), Nanang dan Rori

“Masih kita lakukan penyelidikan untuk ditetapkan pasal-pasalnya kepada ketiga tersangka pembunuhan tersebut,” katanya saat ditemui Waspada Online disela-sela acara pembukaan Kerjunas Pra PON Karate di Gedung Serba Guna Unimed, Minggu (25/10).

Mardiaz menjelaskan, dalam insiden pembunuhan ini, otak pelaku adalah Rori yang merupakan anak dari asisten rumah tangga korban. Kemudian dalam aksinya tersangka mengajak dua abang beradik Nanang dan Yoga untuk menghabisi yang ketiga korban.

“Otak pelakunya Rori merupakan anak dari asisten rumah tangga. Kemudian Rori mengajak abang beradik Nanang dan Yoga yang tak lain merupakan saudara sepupu si pelaku utama untuk menghabisi nyawa ketiga korban,” sebutnya

Mantan Kapolres Madina ini mengungkapkan, dalam penangkapan ketiga tersangka tersebut berhasil ditangkap petugas dikawasan Jalan Seser, Tempuling, Kecamatan Medan Perjuangan.

“Dua dari tiga pelaku sempat dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki. Karena meneriaki petugas sebagai kawanan perampok saat akan ditangkap,”ungkap Mardiaz.

Diberitakan sebelumnya, pasangan Yakub Muchtar dan Yati bersama cucu mereka Andika ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Jalan Sei Padang No 143, Medan, Jumat (23/10) kemarin. Mereka dibunuh dengan sadis.

Mochtar merupakan dikenal sebagai mantan pengusaha yang bergerak di bidang distribusi semen dan pupuk. Dia pernah aktif di Kadin dan pada 2004 menjabat Sekretaris Umum di Aceh Sepakat, ormas masyarakat Aceh di Medan. (wol/lvz/gacok/data2)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

Jaksa Agung: Indonesia Masih Terapkan Hukuman Mati

JAKARTA, Waspada.co.id – Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, tidak terdapat moratorium atau penundaan dalam batas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: