_
Home / Fokus Redaksi / Rekapitulasi DPT Pilkada di Sumut Kacau
Ilustrasi

Rekapitulasi DPT Pilkada di Sumut Kacau

MEDAN, WOL – Badan Pengawas Pemilu Sumatera Utara menemukan banyak ketidakseragaman dari hasil monitoring proses rekapitulasi hasil pencocokan daftar pemilih Pilkada.

Menurut anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri, kondisi ini disebabkan ada yang melakukan rekapitulasi berdasarkan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) petugas pemutakhiran daftar pemiliih (PPDP), ada juga yang hanya mengunduh data dari sistem informasi data pemilih (Sidalih).

“Patut diduga ada kesalahan prosedur, pelanggaran administrasi dilakukan jajaran KPU terkait pemutakhiran daftar pemilih,” kata Aulia, Selasa (1/9).

Ia mencontohkan, hasil coklit PPDP di Desa Bandar Lama Kecamatan Kualuh Selatan Labuhan Batu Utara tercatat 2.250 pemilih. Namun, pada pleno rekapitulasi di kecamatan berubah menjadi 2.477 pemilh karena ada penambahan pemilih sebanyak 2.27 orang.

“Hasil coklit PPDP yang disampaikan PPS dalam pleno justru ditolak oleh PPK. Yang dipakai justru data lain. Data yang sudah dicoret PPDP muncul kembali,” katanya.

Berdasarkan laporan Panitia Pengawas (Panwas) Labuhan Batu Utara (Labura), peristiwa yang sama juga terjadi di Kecamatan Kualuh Hulu, Aek Kuo, Kualuh Leidong dan Na.IX-X. Begitu juga hasil laporan dari Panwas Kota Medan yang tidak seragam. Ada yang  melaksanakan secara manual dan ada juga yang menggunakan data yang diunduh dari sidalih.

Di Samosir juga ditemukan hasil coklit yang disampaikan oleh PPS bukan dari rekapitulasi manual, akan tetapi data yang diberikan oleh KPU melalui PPK.

Hal sama terjadi pada 6 dari 9 kelurahan di Kecamatan Binjai Utara. Rekapitulasi tidak menggunakan data hasil coklit PPDP yang disampaikan PPS, melainkan DP4 yang diteruskan oleh KPU. Hasilnya, terjadi penambahan pemilih sebanyak 8.610 pemilih, dari 45.945 menjadi 54.555 pemilih.

Aulia mengatakan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 tahun 2015 tentang Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih Pilkada tegas disebutkan bahwa rekapitulasi dilakukan dengan sistem coklit oleh PPDP. Selanjutnya, hasil coklit disusun oleh PPS dan dihimpun (rekapitulasi) oleh PPK pada 30-31 Agustus. Rekapitulasi hasil coklit sekaligus penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dijadwalkan 1-2 September 2015.

Pasal 31 PKPU 4 tahun 2015 disebutkan bahwa Sidalih merupakan sistem yang mendukung kerja penyelenggara pemilihan dalam menyusun, mengkoordinasi, mengumumkan, dan memelihara data pemilih.

“Jelas bahwa yang dipakai adalah data manual, hasil rekapitulasi secara berjenjang. Bukan data yang diambil dari sidalih, karena sidalih hanya sistem pendukung,” katanya.(wol/cza/data1)

Check Also

Grab Perkenalkan Fitur Keselamatan dan Edukasi Mitra Pengemudi

MEDAN, Waspada.co.id – Perwakilan Grab Indonesia melakukan kunjungan silaturahim ke Redaksi Waspada Online di Gedung ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.