Home / Fokus Redaksi / Peringkat USU di Bawah Universitas Tetangga
WOL Photo

Peringkat USU di Bawah Universitas Tetangga

MEDAN, WOL – Sebagai universitas negeri tertua di Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara (USU) yang berdiri sejak 4 Juni 1952 masih kalah jauh dari kata membanggakan. Kekecewaan atas prestasi USU diungkapkan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Todung Mulya Lubis.

Lubis bahkan tidak segan mengaku malu atas kebobrokan yang terjadi di USU. Salah satu faktanya bahwa peringkat USU masih di bawah universitas di daerah tetangga, seperti Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Universitas Andalas Padang.

Di level nasional, USU ternyata belum juga termasuk kategori terbaik dari berbagai kualitas penilaian. Mengutip pengumuman Kemristekdikti 2015, USU tidak termasuk dari 11 perguruan tinggi terbaik.

Peringkat teratas perguruan tinggi terbaik versi Kemristekdikti adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro, dan Universitas Hasanuddin.

Selain peringkat versi Kemenristekdikti, USU juga tidak masuk 18 besar Pergutuan Tinggi Akreditasi A versi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Posisi teratas ditempati Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di bawah UGM ada Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi lima besar. Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) berada di posisi delapan dan Universitas Padjajaran Bandung di bawahnya.

“Kita semua malu. Masak USU peringkatnya di bawah Unsyiah, Andalas, padahal USU lebih tua dari mereka. USU juga punya semuanya, seperti SDM andal, intelectual capital, human capital, dan sebagainya,” kata Todung di Medan, Kamis (28/1).

Atas peringkat ini, Lubis mengingatkan Runtung Sitepu yang baru dilantik sebagai Rektor USU agar segala bentuk pungutan terhadap mahasiswa, baik domestik maupun mancanegara, dihapuskan saat proses pendaftaran ulang hingga tamat.

Secara implisit, Todung juga menyinggung besarnya potensi USU untuk berkembang. Salah satunya adalah aset USU yang katanya mencapai Rp3 triliun lebih. USU, kata dia, juga memiliki anggaran rata-rata tiap tahunnya mencapai Rp1 triliun untuk pengelolaan kampus.

“USU ini punya banyak anggaran dan harus dikawal, tidak boleh tidak dikawal. Saya nggak mau USU jadi bancakan proyek. Tidak boleh ada satupun orang yang bermain-main,” kata Todung.

Untuk meningkatkan akreditasi USU menjadi A dan mempertahankan status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Runtung Siteput berjanji memperbaiki sarana prasarana kampus, mulai ruang kelas hingga fasilitas ruangan maupun sarana olahraga dan kesenian.

“Ini kami tinggal perlu penguatan bahasa. Karena untuk menjadikan USU terakreditasi A, itu memerlukan bahasa internasional. Tinggal itu yang perlu dipoles. Selebihnya hasil produk USU tidak perlu diragukan lagi,” katanya. (wol/cza/data2)
Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Check Also

Layanan Kesehatan Gratis, Rail Clinic Sambangi Medan Labuhan

MEDAN, Waspada.co.id – Memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, Rail Clinic PT KAI Divre I Sumut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: