Home / Fokus Redaksi / Pakar Bantah Ikan Lele Kandung Sel Kanker
photo: preferential

Pakar Bantah Ikan Lele Kandung Sel Kanker

MEDAN, WOL – Isu bahwa ikan lele mengandung sel kanker di jejaring sosial dan berita dari mulut ke mulut terus menyebar. Dampak dari isu tersebut para ibu-ibu enggan membeli ikan lele.

Waspada Online berhasil merangkum komentar ibu-ibu yang biasanya membeli ikan lele untuk konsumsi rutin sebagai lauk.

Beredarnya informasi yang menyebutkan lele mengandung sela kanker dipisu karena kehidupan ikan lele yang bisa hidup di tempat yang sangat jorok sekalipun.

Julukan sebagai ikan paling jorok merujuk pada sifat lele yang doyan mengonsumsi berbagai jenis limbah di perairan. Bahkan sebuah artikel yang cukup vital di internet menyebutkan kotoran manusia juga dijadikan pakan pada sebuah budidaya lele di Kota Haikou, Tiongkok.

Berdasar isu tersebut, dalam sesuap daging ikan lele, terkandung 3.000 sel kanker. Isu itu cepat berkembang di media sosial dan mulut ke mulut.

Namun isu itu justru tak menyurutkan penjualan ikan lele di Medan dan masih stabil dan tidak berpengaruh.

Pengakuan sejumlah pedagang di Medan dan petani ikan lele di Medan sekitarnya, tidak ada pengaruh isu terhadap konsumsi dan penjualan ikan lele.

Seperti yang diakui Br Manalu pedagang ikan lele di Pasar Sukaramai Medan. Menurutnya penjualan ikan lele tetap stabil dan tidak terkena dampaknya, terkait pemberitaan tersebut pun banyak masyarakat yang masih mengkonsumsi ikan lele.

“Penjualan lele tetap normal dan harga lele juga masih stabil Rp.18 ribu perkilonya, dan sangat disayangkan dengan kabar yang katanya lele mengandung sel kanker, jelas ini membuat pembudi daya lele tersinggung dan kami pun sebagai pedagang jelas akan kesulitan untuk mencari pasokan ikan lele,” terangnya, Senin (16/11).

Seorang petani ikan lele di kawasan Medan Marelan, Pujiono mengaku, tidak mempengaruhi permintaan ikan lele dari kolam miliknya. Bahkan panen ikan belakangan ini tidak mampu memenuhi pasar yang mayoritas di kirim ke Aceh dan pasar Medan.

Terkait ikan lele mengandung sel kanker, Pakar Gizi Masyarakat dan Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khemsan MS, saat di konfirmasi melalui selular, Senin (16/11) membantah isu tersebut.

Dia sangat menyayangkan dengan pemberitaan tentang bakteri sel kanker yang terkandung di ikan lele.

“Berita itu menurut saya tidak benar, malah ini membuat para pembudidaya ikan lele merasa tersinggung dan terpukul, karena dari situ mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup,” jelasnya.

Justru dikatakannya, pemicu sel kanker adalah minyak goreng penggoreng ikan lele. “Justru yang membuat dan menimbulkan sel kanker itu pada masyarakat yang menggoreng sesuatu atau bahkan ikan lele sendiri untuk dijual dengan menggunakan minyak jelantah (minyak bekas-Red), itu yang bisa memicu kanker. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika membeli makanan yang di goreng dengan menggunakan minyak,” pungkasnya.(wol/eko/data2).

Editor: HARLES SILITONGA

Check Also

Pemprovsu Serius Jajaki Kerjasama dengan Jepang

JAKARTA, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) serius menjajaki kerjasama dengan Jepang. Terutama untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: