_
Home / Fokus Redaksi / Kasus Centre Point, DPRD Medan Merasa Dijebak Pemko Medan
WOL Photo/Ega Ibra

Kasus Centre Point, DPRD Medan Merasa Dijebak Pemko Medan

MEDAN, WOL – Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga mengaku, posisi DPRD Medan dalam kasus sengketa lahan antara PT KAI dan Centre Point hanya berperan sebagai lembaga yang menindaklanjuti permohonan Pemko Medan atas pengajuan perubahan peruntukan lahan seluas 7 ha di Jalan Jawa.

Sebab, jika permohonan tersebut tidak ditindaklanjuti dalam kurun waktu 60 hari, maka secara otomatis DPRD Medan menyetujui permohonan yang di ajukan Pemko Medan dalam hal ini Dinas TRTB. Atas dasar itulah pihaknya membahas permohonan itu untuk di paripurnakan.

“Saat permohonan ini bergulir, yang kami (DPRD Medan,red) tahu lahan tersebut milik PT Agra Citra Kharisma (ACK). Jadi kami proseslah permohonan perubahan peruntukan yang di ajukan pengelola melalui Pemko Medan. Tetapi dalam massa perjalanannya, pihak PT KAI menang atas Peninjauan Kembali yang mereka ajukan ke MA. Jadi terkait sengketa lahan ini, kami hanya mengacu pada permohonan Pemko Medan,” ungkap Ihwan kepada Waspada Online, menjawab masih kisruhnya silang sengketa lahan antara PT KAI dan PT ACK, Senin (15/6).

Ihwan menambahkan, setiap bangunan baru yang hendak berdiri, wajib memiliki persetujuan perubahan peruntukan dari DPRD Medan.

“Dahulu di lahan tersebut ada pemukiman warga. Sekarang berdiri bangunan untuk pusat bisnis. Jadi harus ada izin perubahan peruntukannya. Mana bisa tidak. Itu lah yang kami proses. Kalau sekarang bangunan itu jadi bermasalah, kami tidak mengetahui itu. Sebab Peninjau Kembali (PK) yang di ajukan PT KAI baru saja dikabulkan Mahkamah Agung (MA), setelah izin perubahan peruntukan kita sah-kan,” paparnya.

Ketika awak media mempertanyakan apakah ada unsur kesengajaan Pemko Medan menjebak DPRD Medan agar memproses permohonan perubahan peruntukan meskipun lahan tersebut tengah dalam sengketa, Ihwan menolak mengimentarinya. Sebab sejatinya, DPRD Medan hanya memproses pengajuan yang dimohonkan Pemko Medan, dalam hal ini Dinas TRTB.

“Kalau kita (Dewan) tidak merespon pengajuan itu, maka secara otomatis kami setuju. Maka dari itulah kami proses, berdasarkan syarat-syarat yang telah dipenuhi PT ACK seperti putusan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Ternyata hasil rapat Paripurna, dari sembilan Fraksi, satu menolak (FPKS) dan satu lagi (FP Demokrat) menunggu hasil PK yang di tetapkan MA,” pungkasnya.

Pada berita sebelumnya, Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara-Aceh, Rapino Situmorang menegaskan, pihaknya tidak akan mundur ataupun bernegosiasi dengan PT Agra Citra Kharisma (ACK) selaku pengelola bangunan Mall Centre Point (MCP) yang berdiri di atas tanah aset milik PT KAI seluas 7 Ha di Jalan Jawa, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur.

“Kita maunya pihak Pengadilan Negeri Medan langsung mengeksekusi bangunan tersebut. Tidak ada negosiasi. Karena sudah jelas, Mahkamah Agung sudah mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang di ajukan PT KAI pusat. Ditambah lagi hasil Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) antara Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno dengan Pemprovsu beberapa waktu lalu, bahwa pengelola MCP jelas melanggar aturan yang berlaku di Indonesia,” ketusnya kepada Waspada Online, Sabtu kemarin (13/6).

Rapino menjelaskan, jikapun pihak PT ACK ingin mengajukan peminjaman (kontrak) lahan ke PT KAI karena sudah terlanjur berdiri bangunan di atas lahan tersebut, menurutnya itu bisa saja dilakukan. Akan tetapi pengelola harus mengikuti tahapan prosedur yang berlaku di Pemko Medan, semisal mengurus izin bangunan dan lainnya.

“Rubuhkan dulu bangunan itu, baru kita bicarakan tahapan selanjutnya. Apakah akan di sewakan ke PT ACK atau bagaimana. Kita lihatlah kedepannya,” pungkasnya. (wol/muhammad rizki/data1)

Check Also

Eldin Kena OTT KPK, Ini Kata Mahasiswa

MEDAN, Waspada.co.id – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.