_
Home / Fokus Redaksi / Indonesia Tidak Punya Utang ke IMF
Istimewa

Indonesia Tidak Punya Utang ke IMF

JAKARTA, WOL – Bank Indonesia (BI) mengklarifikasi adanya Utang Luar Negeri (ULN) kepada International Monetary Fund (IMF) sebesar SDR1,98 miliar atau setara dengan USD3,1 miliar pada tahun 2009. Alokasi ini, sebenarnya adalah iuran wajib sebagai anggota IMF.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs, menegaskan bahwa kewajiban alokasi SDR tersebut timbul sebagai konsekuensi Indonesia menjadi anggota IMF. Menurutnya, itu pinjaman tersebut berbeda dengan pinjaman yang selama ini dikenal masyarakat.

“Seluruh anggota IMF mendapat alokasi SDR tersebut. Sebagai anggota IMF, kita membayar iuran sehingga kita memperoleh alokasi SDR sesuai kuota dan dicatat sebagai bagian cadangan devisa,” tutur Peter melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (28/4).

Meskipun berbeda-beda, Jacob menegaskan, bahwa iuran itu akan terus ada selama Indonesia masih menjadi anggota IMF

“Sejak 2009, pencatatan teknis alokasi SDR tersebut dilakukan di kewajiban pada IMF. Hal ini juga dilakukan oleh seluruh anggota IMF. Karena ini alokasi sebagai konsekuensi keanggotaan maka akan tetap muncul sepanjang kita masih jadi anggota,” pungkasnya.

Namun menurut penelusuran Okezone, jumlah iuran tersebut berubah-ubah dari waktu ke waktu. Tercatat pada 2010 iuran ke IMF mengalami penurunan menjadi USD3,05 miliar, lalu turun lagi pada 2011 menjadi USD3,031 miliar.

Angka tersebut kembali naik menjadi USD3,053 miliar pada 2012, lantas kembali melandai pada 2013 menjadi USD3,050 miliar pada 2013. Hingga Februari 2015 ini, iuran tercatat sebesar USD2,801 miliar.

Klarifikasi Menkeu
Pemberitaan mengenai utang Indonesia ke International Monetary Fund (IMF) dinilai mengadu dua presiden, yakni mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Oleh sebab itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro memberikan klarifikasi terhadap isu utang IMF ini.

“Pemerintah tidak berutang ke IMF. Kalaupun ada, utang itu dari Bank Indonesia (BI) USD2,79 miliar ke IMF dalam rangka pengelolaan devisa,” kata Bambang di kantornya, Selasa (28/4).

Menurutnya, utang Indonesia yang diambil BI bukanlah yang harus dibayar oleh pemerintah. Namun, itu merupakan standar dalam pengelolaan devisa.

“Catatan kita utang cuma World Bank, ADB, dan sebagainya. Tolong luruskan berita yang jadi permainan karena mengadu dua presiden,” ucap dia.

Bambang menegaskan, sebenarnya angka tersebut bukanlah merupakan utang. Namun, kuota alokasi Special Drawing Right (SDR).

“Jadi kuota alokasi SDR dari IMF untuk semua negara anggota IMF. Sampai saat ini Indonesia enggak pernah pakai, tapi itu dicatat sebagai utang. Itu fasilitas dari IMF,” kata dia. (okz/wol/ags/data2)

Check Also

Wakil Ketua TP PKK Sumut Perkuat Sinergi Dengan PIPEBI

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.