_
Home / Fokus Redaksi / Gatot ke Cipinang, Evy Ditahan di Rutan KPK
Okezone

Gatot ke Cipinang, Evy Ditahan di Rutan KPK

JAKARTA, WOL – Setelah diperiksa secara intensif selama delapan jam oleh Penyidik KPK, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti langsung ditahan. Sekira pukul 21.10 WIB, Gatot tampak keluar dari gedung KPK dengan menggunakan rompi oranye dan langsung memasuki mobil tahanan. Disusul istrinya Evy yang juga mengenakan rompi berwarna yang sama.

Diketahui, Gatot ditahan di Rutan Cipinang, dan Evy ditahan di Rutan KPK. Melalui kuasa hukumya Razman Arif Nasution dihadapan awak media menyebutkan penahanan Gatot Pujo Nugroho dalam hal ini belum akan mengajukan praperadilan.

“Pak Gatot akan ditahan di Rutan Cipinang. Bu Evy ditahan di Rutan KPK. Kami belum akan mengajukan praperadilan. Pak Gatot dan Bu Evy sampai hari ini kooperatif menjalankan proses hukum di KPK,” kata Razman.

Razman juga menjelaskan penahanan ini terkait kasus suap PTUN Medan. “Namun kami mendorong agar kasus Bansos dan BDB juga ditangani oleh KPK, bukan oleh Kejagung. Ini agar lebih memudahkan proses hukumnya,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Spontana mengatakan, kasus penanganan korupsi dana Bansos Pemprov Sumut tersebut, Kejagung akan terus berkoordinasi dengan Komisi Pemperantasan Korupsi (KPK).

“Karena KPK juga menangani kasus suap hakim PTUN yang terkait dana Bansos. Siapa saja pihak-pihak yang saat ini ditangani KPK, tidak tertutup kemungkinan  juga akan diperiksa dan juga menjadi tersangka di Kejagung,” ujar Tony Spontana belum lama ini.

Tony menyebutkan, dalam kasus korupsi dana Bansos ada kerugain negara yang cukup besar berkisar ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. “Dana triliuan rupiah tersebut yang diduga dikorupsi itu sudah menjadi atensi Kejagung yang pada awal kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, ” ujar Tony.

Tony juga menyebutkan akan banyak pejabat di Sumut dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. “Dalam kasus bansos tersebut diduga banyak pejabat dan pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat, sehingga menyebabkan kerugian negara triliunan rupiah,” tutup Tony. (wol/ags/viva)

适适

Check Also

Tinjau Layanan Mudik Pelabuhan Belawan, Ini Harapan Edy Rahmayadi

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau layanan mudik Lebaran Idulfitri 1440 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.